“Adaptasi bukan lagi skenario masa depan. Adaptasi adalah biaya yang harus kita bayar hari ini,” katanya.
AHY menjelaskan pemerintah Presiden Prabowo Subianto saat ini tengah mempercepat pembangunan infrastruktur adaptif, termasuk proyek strategis Giant Sea Wall Pantura sepanjang 575 kilometer.
Proyek tersebut diproyeksikan tidak hanya melindungi kawasan pesisir Jawa, tetapi juga menjaga ketahanan pangan, kawasan industri, serta keselamatan jutaan masyarakat yang tinggal di wilayah pantai utara Jawa.
“Ini bukan sekadar tanggul laut. Ini tentang upaya melindungi masa depan ekonomi negara dan masyarakat kita,” ujar AHY.
Sementara itu, Chairman Temasek, Teo Chee Hean, menilai adaptasi iklim kini memiliki tingkat urgensi yang sama pentingnya dengan mitigasi perubahan iklim demi menjaga stabilitas ekonomi global dan kesinambungan pembangunan jangka panjang.
IKUTI BERITA TERBARU TAJUK NASIONAL, MELALUI MEDIA SOSIAL KAMI
