Karena itu, mahasiswa didorong memanfaatkan masa kuliah untuk memperkaya pengalaman melalui pelatihan, program magang, hingga uji kompetensi yang dapat mendukung kesiapan kerja setelah lulus.
Afriansyah juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, lembaga pelatihan, dan dunia industri dalam menciptakan sumber daya manusia yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja.
“Pendidikan memberikan dasar yang kuat, kompetensi menunjukkan kemampuan untuk bekerja, sedangkan sertifikasi menjadi bukti bahwa kemampuan tersebut telah memenuhi standar yang ditetapkan,” katanya.
Ia berharap penguatan pendidikan, kompetensi, dan sertifikasi dapat melahirkan tenaga kerja yang adaptif, produktif, serta mampu meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat global.
IKUTI BERITA TERBARU TAJUK NASIONAL, MELALUI MEDIA SOSIAL KAMI
