Secara nasional, program tahap kedua Sekolah Rakyat mencakup 104 lokasi di berbagai daerah. Pemerintah menargetkan program ini memperluas akses pendidikan bagi keluarga prasejahtera dan masyarakat berpenghasilan rendah.
AHY mengungkapkan progres pembangunan di Kulon Progo saat ini mencapai 38,9 persen. Meski terdapat deviasi 2 hingga 3 persen dari target awal, kondisi itu dinilai masih bisa dikejar lewat percepatan tenaga kerja dan optimalisasi alat berat.
Sebanyak 864 pekerja kini diterjunkan di lapangan dan jumlahnya dapat bertambah sesuai kebutuhan proyek.
Dengan anggaran sekitar Rp214 miliar, sekolah ini ditargetkan menampung 1.080 siswa. Seluruh kebutuhan dasar pendidikan akan ditanggung pemerintah, mulai biaya sekolah, makan, pakaian, buku hingga perlengkapan belajar.
“Kita ingin mencetak anak-anak yang unggul, berprestasi, dan memiliki masa depan lebih baik. Inilah salah satu cara memutus rantai kemiskinan secara berkelanjutan,” tegas AHY.
IKUTI BERITA TERBARU TAJUK NASIONAL, MELALUI MEDIA SOSIAL KAMI
