TAJUKNASIONAL.COM Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono menegaskan pembangunan nasional harus menempatkan keseimbangan antara kemakmuran dan keberlanjutan sebagai fondasi utama kebijakan pemerintah. Hal itu disampaikan AHY saat menerima audiensi Center for Environmental, Social and Governance Studies (CESGS) Universitas Airlangga, Senin (4/5/2026).
Dalam pertemuan tersebut, AHY menyoroti pentingnya sinergi antara pemerintah dan kalangan akademisi dalam merumuskan kebijakan berbasis riset dan data empiris. Menurutnya, kolaborasi itu dibutuhkan agar kebijakan yang dihasilkan mampu menjawab tantangan pembangunan sekaligus mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan global.
“Kolaborasi bukan hanya berimbang, melainkan juga erat dan tidak terpisahkan antara policy makers dengan kalangan akademisi,” ujar AHY.
Baca Juga: AHY Ungkap Ancaman Banjir Jakarta Kian Serius, Penanganan Harus dari Hulu hingga Hilir
Ia juga mendorong CESGS UNAIR menjadi pusat unggulan dalam pengembangan isu lingkungan, sosial, dan tata kelola atau environmental, social, and governance (ESG). Menurutnya, pendekatan pentahelix perlu diperkuat agar dunia akademik dapat menjadi jembatan antara gagasan dan implementasi kebijakan di lapangan.
