TAJUKNASIONAL.COM Pihak mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla akhirnya memberikan respons terkait laporan yang dilayangkan Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia ke Polda Metro Jaya.
Laporan tersebut berkaitan dengan pernyataan “mati syahid” dalam ceramah JK di Masjid Universitas Gadjah Mada yang viral di media sosial.
Juru Bicara JK, Husain Abdullah, menyatakan pihaknya belum memberikan tanggapan resmi secara lengkap karena Jusuf Kalla masih menjalani kunjungan luar kota.
“Belum ada tanggapan karena masih kunjungan luar kota,” ujar Husain saat dikonfirmasi, Senin (13/4/2026).
Meski demikian, Husain menekankan pentingnya memahami konteks utuh dari ceramah tersebut sebelum menarik kesimpulan atau melaporkan ke aparat penegak hukum. Ia menilai potongan pernyataan yang beredar di media sosial telah keluar dari substansi sebenarnya.
“Namun sebelum melaporkan, sebaiknya mengkaji sebaik-baiknya konten yang sedang viral. Karena terpotong dan diberi narasi yang melenceng dari substansinya,” kata Husain.
Baca Juga: Fakta Penyebab GAMKI Laporkan Jusuf Kalla ke Polisi, Polemik Ceramah di UGM Mengemuka
Menurut pria yang akrab disapa Uceng itu, inti ceramah Jusuf Kalla pada 5 Maret 2026 bukanlah untuk membenarkan kekerasan, melainkan sebagai pembelajaran dari pengalaman konflik di Poso dan Ambon.
Ceramah tersebut, kata dia, bertujuan menjelaskan bagaimana pendekatan perdamaian dilakukan saat konflik berlangsung.
Husain menjelaskan, dalam konflik tersebut, kedua pihak yang bertikai—baik kelompok Muslim maupun Kristen—sama-sama menggunakan narasi agama untuk membenarkan tindakan kekerasan. Hal itu, menurutnya, merupakan realitas sosiologis yang terjadi saat itu, bukan pandangan pribadi Jusuf Kalla.
“Pak JK mengungkapkan pendapat orang-orang yang bertikai pada saat kerusuhan Poso dan Ambon. Itu adalah realitas sosiologis, bukan pendapat pribadi beliau,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa dalam ceramah tersebut, Jusuf Kalla justru menegaskan bahwa pemahaman tersebut harus diluruskan. Tidak ada agama yang membenarkan tindakan saling membunuh, dan keyakinan bahwa tindakan tersebut membawa ke surga adalah keliru.
Baca Juga: Jusuf Kalla Laporkan Rismon ke Polisi Terkait Tuduhan Ijazah Presiden
“Pak JK menegaskan, jika saling membunuh bukan masuk surga, tetapi justru masuk neraka. Karena tidak ada agama yang mengajarkan hal tersebut,” kata Husain.
Lebih lanjut, ia menyebut apa yang disampaikan Jusuf Kalla merupakan bagian dari “lesson learned” atau pembelajaran dari upaya mendamaikan konflik. Pendekatan tersebut dilakukan dengan mengubah cara pandang pihak-pihak yang bertikai agar menghentikan kekerasan.
