Profil R.M. Wiratmoko Prasidhanto: Lulusan SMA Taruna Nusantara jadi Sosok Penting di Industri Pupuk Indonesia

* Riwayat Karier

Kariernya didominasi oleh peran strategis di dua entitas besar dalam ekosistem BUMN pupuk:

– PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim):

Menghabiskan sebagian besar masa pengabdian profesionalnya di Bontang, Kalimantan Timur.

Menjabat di berbagai posisi manajerial, termasuk sebagai Sekretaris Perusahaan (Corporate Secretary), di mana ia menjadi jembatan antara manajemen, pemegang saham, dan publik.

Baca Juga: Profil Dodi Mawardi, Alumni SMA Taruna Nusantara Penulis Buku Best Seller Belajar Goblok dari Bob Sadino

Pernah menduduki posisi strategis di level General Manager (GM) yang membawahi fungsi-fungsi pendukung bisnis dan pengembangan.

– PT Pupuk Indonesia (Persero) – Holding:

Anggota Komite Audit: Berdasarkan keputusan Dewan Komisaris tahun 2021, ia diangkat untuk mengawal fungsi pengawasan, kepatuhan, dan manajemen risiko di tingkat holding.

Senior Vice President (SVP): Terlibat dalam perumusan kebijakan strategis di tingkat pusat untuk mensinkronisasi seluruh anak perusahaan pupuk di Indonesia.

* Gebrakan dan Kontribusi Profesional

Dalam perjalanan kariernya, R.M. Wiratmoko Prasidhanto dikenal karena beberapa inisiatif penting:

Transformasi Tata Kelola (GCG): Saat menjabat sebagai Sekretaris Perusahaan di Pupuk Kaltim, ia berperan besar dalam mempertahankan predikat perusahaan sebagai entitas dengan penerapan Good Corporate Governance terbaik di lingkungan BUMN, serta memperkuat transparansi informasi perusahaan.

Baca Juga: Profil Bagas Dhanurendra: Ketua Pengurus Pusat Ikatan Alumni SMA Taruna Nusantara dengan Reputasi Internasional di Bidang Ini

Manajemen Krisis dan Reputasi: Berhasil mengelola komunikasi korporat di tengah tantangan industri energi dan gas yang fluktuatif, memastikan citra Pupuk Kaltim tetap positif di mata stakeholders.

Penguatan Sinergi Holding: Di Pupuk Indonesia, ia berkontribusi dalam proses integrasi fungsi-fungsi pendukung antar anak perusahaan guna menciptakan efisiensi operasional secara kolektif (sentralisasi fungsi strategis).

- Advertisement -
Berita Terbaru
- Advertisement -
Berita Lainnya
Rekomendasi Untuk Anda
- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini