TAJUKNASIONAL.COM Presiden Prabowo Subianto memanggil Pemimpin Besar Pasukan Merah Tariu Borneo Bangkule Rajakng (TBBR), Panglima Jilah, ke Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (28/8/2026).
Pertemuan tersebut menjadi perhatian karena Panglima Jilah datang membawa isu kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat.
Panglima Jilah tiba di kompleks Istana sekitar pukul 16.00 WIB bersama tim dari Kalimantan Barat. Sebelum pertemuan, ia menyebut kedatangannya untuk memenuhi panggilan Presiden Prabowo dalam rangka silaturahmi kenegaraan.
“Saya dipanggil Bapak (Presiden Prabowo) dalam rangka silaturahmi kenegaraan,” kata Panglima Jilah.
Karhutla menjadi salah satu persoalan yang akan dibicarakan. Panglima Jilah membawa data mengenai masyarakat yang terdampak kebakaran di Kalimantan Barat dan menyampaikan kebutuhan tambahan personel untuk membantu penanganan di lapangan.
Baca Juga: Bendera Dayak Dikibarkan Jelang HUT RI 2026 di Kalbar, Ini Makna Merah-Kuning-Biru
Lantas, siapa sebenarnya Panglima Jilah?
Panglima Jilah dikenal sebagai Pangalangok Jilah dan merupakan pemimpin besar Pasukan Merah TBBR dari masyarakat Dayak Kanayatn. Sejumlah profil media menyebut nama baptisnya adalah Agustinus Jilah. Ia lahir pada 19 Agustus 1980 di Desa Sambora, wilayah Toho, Kalimantan Barat.
TBBR merupakan organisasi kemasyarakatan adat Dayak yang bergerak dalam pelestarian adat dan budaya. Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat juga menyebut TBBR sebagai organisasi yang berupaya mempertahankan tradisi sekaligus mendorong masyarakat Dayak untuk bersatu, maju, dan bermartabat.
Dalam perannya sebagai pemimpin TBBR, Panglima Jilah dikenal aktif menyuarakan persoalan masyarakat adat, budaya, serta kondisi lingkungan di Kalimantan. Ia juga beberapa kali melakukan komunikasi dengan tokoh nasional untuk menyampaikan kepentingan masyarakat Dayak.
Namanya pernah menjadi perhatian nasional ketika ia mengambil sikap terkait polemik pernyataan Rocky Gerung mengenai Presiden Joko Widodo dan pembangunan Ibu Kota Negara. Panglima Jilah kemudian melaporkan Rocky Gerung ke Bareskrim Polri.
Baca Juga: Profil Panglima Jilah, Pemimpin TBBR yang Undang Jokowi ke Acara Adat Dayak
Kini, perhatian kembali tertuju kepada Panglima Jilah setelah pertemuannya dengan Prabowo. Seusai pertemuan, ia menyampaikan bahwa Presiden mendukung masyarakat adat dan peladang di Kalimantan Barat.
Panglima Jilah juga menegaskan bahwa aktivitas berladang masyarakat Dayak tidak bisa begitu saja dianggap sebagai penyebab karhutla.
