Profil Djaka Budhi Utama, Dirjen Bea Cukai yang Masuk Radar Evaluasi Menkeu Purbaya

TAJUKNASIONAL.COM Nama Direktur Jenderal Bea dan Cukai atau Dirjen Bea Cukai, Djaka Budhi Utama, menjadi sorotan setelah Presiden Prabowo Subianto meminta Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengevaluasi kinerja Direktorat Jenderal Bea dan Cukai atau DJBC.

Sorotan terhadap Djaka menguat setelah Prabowo secara terbuka menegaskan bahwa Bea Cukai harus segera diperbaiki.

Presiden bahkan meminta pimpinan Bea Cukai diganti apabila dinilai tidak mampu membenahi institusi tersebut.

“Sekali ingatkan kembali, untuk kesekian kali, bea cukai kita harus diperbaiki. Menteri Keuangan, kalau pimpinan bea cukai tidak mampu, segera diganti,” kata Prabowo dalam Rapat Paripurna DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (20/5/2026).

Pernyataan itu membuat publik kembali menyoroti sosok Djaka Budhi Utama yang saat ini memimpin DJBC. Lantas, siapa Djaka Budhi Utama?

Baca Juga: Fakta Nama Dirjen Bea Cukai Terseret Kasus Suap, Purbaya: Saya Ngerti Apa yang Terjadi

Djaka Budhi Utama lahir di Jakarta pada 9 November 1967. Ia merupakan pejabat berlatar belakang militer yang resmi menjabat sebagai Direktur Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan sejak 23 Mei 2025.

Sebelum masuk ke lingkungan Bea Cukai, karier Djaka banyak berkembang di bidang intelijen, pertahanan, dan koordinasi pemerintahan.

Latar belakang tersebut membuatnya dikenal sebagai figur dengan pengalaman panjang di sektor strategis negara.

Dari sisi pendidikan, Djaka merupakan lulusan Akademi Militer atau Akmil tahun 1990.

Ia kemudian menempuh pendidikan di Sekolah Staf Komando Angkatan Darat atau Seskoad pada 2004.

Djaka juga menyelesaikan pendidikan Sekolah Staf Komando Tentara Nasional Indonesia atau Sesko TNI pada 2014.

Selain itu, ia mengikuti pendidikan strategis di Lembaga Ketahanan Nasional pada 2017 dan meraih gelar Sarjana Sosial pada 2012.

Baca Juga: Kasus Blueray Cargo, Menkeu Purbaya Buka Peluang Copot Dirjen Bea Cukai

Dalam perjalanan kariernya, Djaka pernah menjabat sebagai Deputi Bidang Koordinasi Politik Dalam Negeri Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan pada 2021.

Ia kemudian dipercaya menjadi Asisten Intelijen Panglima TNI pada 2023.

Kariernya berlanjut sebagai Inspektur Jenderal Kementerian Pertahanan pada 2024. Pada tahun yang sama, Djaka juga menjabat sebagai Sekretaris Utama Badan Intelijen Negara atau BIN.

Puncaknya, pada 23 Mei 2025, Djaka dipercaya memimpin Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan.

Jabatan tersebut menempatkannya dalam posisi strategis karena Bea Cukai berperan penting dalam penerimaan negara, pengawasan perdagangan, dan pelayanan kepabeanan.

Sepanjang kariernya, Djaka menerima sejumlah tanda kehormatan negara. Beberapa di antaranya adalah Bintang Yudha Dharma Pratama, Bintang Kartika Eka Paksi Nararya, Bintang Kartika Eka Paksi Pratama, Satyalancana Dharma Bantala, serta Satyalancana Ksatria Yudha.

Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara atau LHKPN periodik 2025, total harta Djaka Budhi Utama tercatat sebesar Rp5,70 miliar.

- Advertisement -
Berita Terbaru
- Advertisement -
Berita Lainnya
Rekomendasi Untuk Anda
- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini