TAJUKNASIONAL.COM Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen Indonesia untuk berperan aktif dalam proses perdamaian di Gaza, Palestina.
Kepastian itu disampaikan setelah dirinya kembali dari Mesir, usai menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Perdamaian Sharm El-Sheikh yang diikuti sejumlah pemimpin dunia.
Menurut Prabowo, Indonesia kembali diminta oleh berbagai pihak untuk turut serta mendukung inisiatif perdamaian di Gaza.
Ajakan tersebut menjadi bentuk pengakuan internasional atas posisi strategis Indonesia di bidang diplomasi dan keamanan global.
Presiden menjelaskan bahwa pemerintah Indonesia memiliki tekad kuat dalam mewujudkan perdamaian dunia, sebagaimana termaktub dalam Pembukaan UUD 1945.
Baca Juga: Arahan Khusus Presiden Prabowo: Pendidikan Tinggi Harus Siapkan Ahli untuk Hilirisasi Nasional
Bagi Prabowo, penghentian perang dan upaya membangun stabilitas di kawasan Timur Tengah merupakan tanggung jawab moral sekaligus kontribusi nyata Indonesia di panggung global.
KTT Perdamaian Sharm El-Sheikh yang digelar di Mesir menjadi momentum penting dalam membahas upaya penghentian konflik bersenjata di Gaza.
Forum tersebut dihadiri oleh sejumlah kepala negara dan mediator utama, termasuk Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Presiden Mesir Abdel Fattah El-Sisi, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, dan Emir Qatar Syekh Tamim bin Hamad Al Thani.
Dalam pertemuan itu, keempat negara tersebut meminta pandangan dan kesiapan Indonesia terkait kontribusi dalam proses perdamaian.
Menanggapi hal itu, Prabowo menyatakan kesiapan Indonesia untuk berpartisipasi aktif, termasuk dengan kemungkinan pengiriman pasukan penjaga perdamaian di bawah bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Prabowo menilai langkah ini bukan hanya bentuk solidaritas terhadap rakyat Palestina, tetapi juga bukti kemampuan Indonesia dalam memainkan peran strategis di dunia internasional.
Baca Juga: Puji-Puji Trump untuk Presiden Prabowo di Dua Forum Pemimpin Dunia
Pemerintah Indonesia kini tengah menyiapkan pembahasan teknis mengenai komposisi, mandat, dan koordinasi dengan PBB serta negara-negara anggota terkait pengiriman pasukan tersebut.
Selain urusan kemanusiaan, partisipasi Indonesia juga dianggap dapat memperkuat posisi diplomatik Tanah Air dalam isu Timur Tengah.
Melalui kebijakan luar negeri yang aktif dan bebas, Indonesia berupaya menjadi jembatan bagi negara-negara yang terlibat dalam konflik berkepanjangan di Gaza.
Langkah Prabowo ini sekaligus menunjukkan transformasi peran Indonesia dari sekadar pengamat menjadi aktor penting dalam proses perdamaian global.
