Pramono Anung Minta Pagar Mal dan Perkantoran di Jakarta yang Ditinggikan Dibongkar

Direktur Marketing Pakuwon Group sekaligus Direktur PT Pakuwon Jati Tbk, Sutandi Purnomosidi, menjelaskan bahwa konsep pagar diterapkan karena beberapa pusat perbelanjaan milik perusahaan memiliki area terbuka yang berbatasan langsung dengan jalan raya sehingga dinilai berpotensi membahayakan pejalan kaki.

“Sebenarnya gini, awalnya kita berpikir itu (mal dipagari) karena apa? Itu kan Pakuwon Mall itu terbukanya kan lebar sekali. Satu setengah kilometer itu buka,” ujarnya.

Menurut Sutandi, keberadaan pagar bertujuan mengarahkan akses keluar masuk pengunjung agar lebih tertib sekaligus mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas.

Ia juga membantah anggapan bahwa pemasangan pagar dilakukan sebagai bentuk antisipasi terhadap situasi tertentu di masa depan.

“Yang jelas Pakuwon itu bukan peramal. Kita nggak tahu mau terjadi apa. Ekonomi baik-baik saja. Baik-baik saja. Kita mau takut apa? Kita memang hidup di Indonesia,” tegasnya.

Sutandi menambahkan bahwa sejumlah properti Pakuwon di Jakarta sebenarnya telah menggunakan pagar sejak beberapa tahun lalu. Bahkan, konsep pagar tersebut disebut mengacu pada desain yang lebih dulu diterapkan di Blok M Plaza, dengan beberapa lokasi menggunakan material kaca agar tetap menjaga nilai estetika bangunan.

Baca dan Ikuti Media Sosial Tajuk Nasional, KLIK DISINI

- Advertisement -
Berita Terbaru
- Advertisement -
Berita Lainnya
Rekomendasi Untuk Anda
- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini