TAJUKNASIONAL.COM Bergabungnya Presiden ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menjadi salah satu modal politik yang diperhitungkan partai tersebut untuk menghadapi Pemilu 2029.
Namun, popularitas Jokowi dinilai belum otomatis menjamin PSI mampu meraih suara besar.
Sekretaris Jenderal Projo, Freddy Alex Damanik, menilai pengalaman dan tingkat pengenalan publik terhadap Jokowi merupakan modal politik yang kuat. Meski demikian, kekuatan figur harus diterjemahkan menjadi kerja politik dan penguatan organisasi di seluruh tingkatan.
Freddy mengatakan popularitas seorang tokoh tidak serta-merta berubah menjadi suara partai. PSI tetap membutuhkan struktur organisasi yang solid, kader yang bekerja di lapangan, serta program yang dapat dirasakan masyarakat.
“Pak Jokowi sendiri berkali-kali menekankan bahwa popularitas tidak cukup. Yang menentukan adalah kerja politik, membangun organisasi dari pusat sampai desa, menghadirkan kader terbaik dan memperjuangkan program yang dirasakan masyarakat,” ujar Freddy, dikutip Selasa (11/8/2026).
Baca Juga: Profil dan Harta Kekayaan Sunarto, Eks Ketua DPRD Ponorogo yang Jadi Tersangka Korupsi
Menurut Freddy, Jokowi memiliki pengalaman politik yang luas setelah dua periode memimpin Indonesia. Pengalaman tersebut membuat Jokowi dinilai memahami karakter masyarakat dari berbagai lapisan, termasuk pemilih di perkotaan hingga masyarakat desa.
“Pak Jokowi memahami karakter pemilih dari desa hingga kota. Optimisme beliau lahir dari fakta lapangan, bukan sekadar optimisme politik,” kata Freddy.
Freddy menilai pengalaman tersebut menjadi salah satu faktor yang membuat Jokowi optimistis terhadap perkembangan PSI. Mantan presiden itu disebut telah melihat berbagai perkembangan partai, termasuk penguatan struktur, peningkatan kualitas kader, serta gagasan politik yang berkaitan dengan program pembangunan.
Namun, tantangan PSI tidak berhenti pada kehadiran Jokowi. Popularitas mantan presiden tersebut harus mampu diterjemahkan menjadi kerja organisasi yang nyata hingga tingkat paling bawah.
Tanpa organisasi yang kuat, popularitas figur berpotensi hanya meningkatkan perhatian publik tanpa memberikan tambahan suara yang signifikan. Dalam sistem pemilu, partai tetap membutuhkan jaringan, kader, program, dan kepercayaan masyarakat di berbagai daerah.
Baca Juga: PSI Akui Perjuangan 2029 Berat, Kader Tangsel Diperintahkan Turun ke Masyarakat
PSI Target Masuk Empat Besar
PSI sendiri semakin percaya diri menghadapi Pemilu 2029 setelah Jokowi resmi bergabung. Partai tersebut mulai memasang target untuk menembus empat besar perolehan suara nasional.
Juru Bicara PSI, Dian Sandi Utama, mengatakan target tersebut bukan sekadar slogan politik, tetapi telah menjadi pembahasan serius di internal partai.
Menurut Dian, keyakinan PSI dibangun melalui proses konsolidasi organisasi yang dilakukan secara berjenjang. Penguatan struktur dilakukan mulai dari tingkat pusat hingga daerah dan Dewan Pimpinan Ranting (DPRt).
