Kasus tersebut kemudian memicu respons publik, termasuk permintaan maaf MPR dan evaluasi terhadap mekanisme lomba.
Gun Romli menilai Gibran seharusnya menyampaikan sikap lebih tegas terhadap dugaan ketidakadilan dalam lomba, bukan sekadar mengundang peserta ke Istana Wapres.
Kritik tersebut memperpanjang sorotan politik terhadap Gibran, terutama karena isu LCC MPR sudah telanjur menjadi perhatian publik nasional.
