Ia menyebut sebagian pihak terlalu fokus membangun opini negatif dan mengabaikan manfaat nyata yang diterima masyarakat.
Sebelumnya, Wakil Menteri Sekretaris Negara Juri Ardiontoro menyatakan pembelian 1.098 sapi kurban Presiden Prabowo bersumber dari APBN melalui anggaran bantuan kemasyarakatan presiden.
Juri menjelaskan biaya pengadaan sapi kurban tahun ini mencapai sekitar Rp100 miliar. Besaran harga sapi disebut bervariasi karena menyesuaikan bobot dan lokasi pengadaan di masing-masing daerah.
Menurut Juri, pengadaan sapi dilakukan dengan menyesuaikan harga di setiap wilayah. Perbedaan harga itu dipengaruhi bobot sapi serta kondisi pasar di daerah tujuan penyaluran.
Polemik sapi kurban Prabowo kini menjadi perdebatan publik antara aspek legalitas anggaran dan sensitivitas penggunaan dana negara. Gerindra menegaskan program tersebut berjalan sesuai aturan, sementara sebagian pihak menyoroti urgensi dan kepantasan penggunaan APBN untuk bantuan kurban.
Baca dan Ikuti Media Sosial Tajuk Nasional, KLIK DISINI

