Atas dasar itu, ia meminta Presiden Prabowo membaca setiap langkah politik Jokowi secara lebih hati-hati dan tidak semata-mata menganggapnya sebagai bentuk dukungan terhadap pemerintahan saat ini.
“Presiden Prabowo perlu membaca gerakan itu bukan sebagai bantuan, melainkan sebagai bayang-bayang yang terus mengintai posisi Presiden Prabowo sendiri,” tambahnya.
Polemik mengenai gelar adat Jokowi di NTT sebelumnya telah memicu berbagai tanggapan dari tokoh adat maupun elite politik. Perbedaan pandangan tersebut kembali memanaskan dinamika hubungan antara PDIP, Jokowi, dan pemerintahan baru di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto.
Baca dan Ikuti Media Sosial Tajuk Nasional, KLIK DISINI

