TAJUKNASIONAL.COM Polemik revisi Undang-Undang KPK kembali memanas kali ini bukan lewat wacana legislasi baru, melainkan lewat “adu narasi” yang tajam di ruang publik.
Dalam tayangan talkshow Rakyat Bersuara di iNews, politikus PDIP Ferdinand Hutahaean melontarkan kritik bernada keras kepada Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi), menolak klaim bahwa Jokowi tidak pernah mendukung maupun meneken revisi UU KPK.
Nada yang dipakai Ferdinand jelas konfrontatif Jokowi dituding sedang “mencuci tangan” dari kontroversi yang sejak lama dianggap melemahkan lembaga antirasuah.
Pernyataan itu disampaikan Ferdinand dalam episode bertajuk “Rapor Merah Antikorupsi, Perlu Taring KPK Lama?” yang disiarkan Selasa (24/2/2026).
Di awal segmen, Ferdinand menegaskan ia merujuk pada keterangan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto yang disebutnya terekam dalam video.
Baca Juga: Eks Bupati Indramayu Nina Agustina Pindah dari PDIP ke PSI, Diduga “Pembajakan Kader”?
“Iya, yang saya sampaikan itu, Bang Aiman, adalah pernyataan Bung Hasto, Sekjen PDI Perjuangan, ketika beliau dikriminalisasi. Karena, ini ada videonya,” ungkap Ferdinand.
Ferdinand lalu memutar rekaman video Hasto yang menarasikan adanya dorongan dari lingkaran kekuasaan untuk merevisi UU KPK.
Dalam video tersebut, Hasto berkata: “Saya menerima salah seorang menteri dan beliau mengatakan kepada saya bahwa sudah mendapatkan arahan dari Presiden Jokowi untuk melakukan revisi Undang-Undang KPK,” ucap Hasto.
Tone negatif terhadap Jokowi kian mengeras ketika Hasto menyebut dugaan “biaya politik” dan motif perlindungan keluarga.
“Karena ini adalah perintah dari Presiden, maka ya saya sarankan untuk bertemu dengan seluruh jajaran fraksi di DPR RI dan coba menggalang atas perintah dari Presiden. Nah, saat itu, Pak Menteri yang menjadi kepercayaan dari Pak Jokowi menyampaikan bahwa kira-kira akan diperlukan dana sebesar 3 juta US dollar untuk menggolkan revisi Undang-Undang KPK,” tutur Hasto.
Hasto juga mengaitkan kelancaran revisi dengan kepentingan politik Jokowi, menyebut nama Gibran Rakabuming Raka dan Bobby Nasution, lalu menutup dengan pernyataan yang ia akui “meskipun tanpa bukti.” “Jadi, dari keterangan saya yang saya pertanggungjawabkan… meskipun tanpa bukti, rakyat Indonesia bisa mengetahui bahwa pelemahan KPK dilakukan oleh Presiden Jokowi. Kemudian dampaknya dituduhkan kepada PDI Perjuangan,” ungkap Hasto.
Baca Juga: Panas! PDIP dan PSI Adu Pengaruh di Jateng, Narasi “Kandang Gajah” Picu Konsolidasi Besar PDIP
Ferdinand menambahkan klaim bahwa video itu dititipkan Hasto kepada Connie Rahakundini Bakrie di Rusia, sebelum menutup dengan kalimat bernada menekan.
“Nah, itulah rangkaian-rangkaian yang kita mau sampaikan tadi. Jadi, Pak Jokowi jangan cuci-cuci tangan,” pungkas Ferdinand.
