Arifah sendiri meminta agar bagian ujung rangkaian diisi gerbong pria, sementara gerbong wanita ditempatkan di tengah.
“Jadi yang laki-laki di ujung. Depan belakang itu laki-laki, jadi yang perempuan di tengah gitu,” kata dia.
Ke depan, evaluasi terhadap gerbong wanita KRL perlu dilakukan secara hati-hati. Keselamatan penumpang perempuan penting, tetapi kebijakan pascakecelakaan juga harus berbasis investigasi teknis, bukan hanya respons cepat terhadap posisi korban.
