TAJUKNASIONAL.COM Gelombang tekanan terhadap pihak kampus Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FH UI) semakin menguat.
Mahasiswa secara terbuka mendesak agar 16 terduga pelaku kasus dugaan kekerasan seksual dijatuhi sanksi tegas berupa drop out (DO).
Desakan tersebut disampaikan dalam forum terbuka yang digelar di Auditorium Djokosoetono FH UI pada Senin malam, 13 April 2026. Forum ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menuntut kejelasan sikap kampus atas kasus yang telah memicu kemarahan publik.
Ketua BEM UI, Yatalathof Ma’shun Imawan, menegaskan tuntutan mahasiswa terhadap para terduga pelaku.
“Mahasiswa FH UI menuntut 16 pelaku di-DO,” ujarnya dalam forum tersebut.
Baca Juga: Kronologi Kasus Pelecehan FH UI, Dari Chat hingga Sidang Dini Hari
Forum Tegang, Pelaku Sempat Tak Hadir
Forum tersebut turut dihadiri Dekan FH UI Parulian Paidi Aritonang serta sejumlah mahasiswa. Namun, situasi sempat memanas karena hanya dua terduga pelaku yang hadir di awal forum.
Sebanyak 14 terduga pelaku lainnya diketahui belum hadir dengan alasan tidak mendapat izin dari orang tua. Hal ini memicu kekecewaan peserta forum yang menilai kurangnya itikad baik dari para terduga pelaku.
Mahasiswa bahkan mendesak pihak dekanat untuk mengambil langkah tegas agar seluruh terduga pelaku dapat dihadirkan.
“Dalam hal ini kami berharap Pak Dekan dan pihak fakultas bisa menggunakan kewenangan bahkan secara imperatif melawan orang tuanya,” ujar salah satu moderator forum.
Baca Juga: Kasus Pelecehan FH UI: Mendiktisaintek Pastikan Korban Dapat Perlindungan
Upaya Dekanat dan Ketegangan Memuncak
Menanggapi desakan tersebut, Dekan FH UI meminta waktu untuk berkomunikasi kembali dengan orang tua para mahasiswa yang belum hadir.
“Kalau saya tidak bisa meyakinkan, saya minta beberapa dari Anda untuk ikut,” kata Parulian di hadapan forum.
Setelah melalui proses komunikasi, seluruh terduga pelaku akhirnya hadir menjelang tengah malam. Momen tersebut terekam dalam video yang beredar di media sosial.
