Kronologi Kasus Pelecehan FH UI, Dari Chat hingga Sidang Dini Hari

TAJUKNASIONAL.COM Kasus dugaan pelecehan seksual yang melibatkan mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FH UI)  tengah menjadi sorotan publik.

Peristiwa ini mencuat setelah beredarnya tangkapan layar percakapan grup yang diduga berisi konten tidak pantas dan merendahkan perempuan.

Kasus ini pertama kali ramai dibicarakan usai akun X @sampahfhui mengunggah bukti percakapan yang memicu reaksi luas dari warganet.

Banyak pihak mengecam isi percakapan tersebut karena dinilai tidak mencerminkan etika mahasiswa.

“Sakit banget liat ada grup chat anak fhui yang tiap hari isinya ngelecehin dan objektifikasi perempuan. lebih parahnya lagi, banyak anggotanya petinggi organisasi fakultas,” tulis akun tersebut.

Baca Juga: Kasus Pelecehan FH UI: Mendiktisaintek Pastikan Korban Dapat Perlindungan

Berawal dari Grup Chat Line

Berdasarkan informasi yang beredar, grup percakapan tersebut awalnya dibuat melalui aplikasi Line untuk keperluan administratif, seperti koordinasi pembayaran kos saat mahasiswa masih berstatus mahasiswa baru.

Namun, seiring waktu, isi percakapan berkembang ke arah yang tidak relevan. Topik diskusi diduga mengarah pada konten seksual dan bentuk pelecehan verbal terhadap perempuan.

Situasi memuncak ketika isi percakapan tersebut tersebar luas di media sosial pada 12 April 2026. Publik pun mengecam keras perilaku yang dinilai melanggar norma akademik dan etika sosial.

16 Mahasiswa Diduga Terlibat

Sejumlah unggahan menyebutkan terdapat 16 mahasiswa yang diduga terlibat dalam percakapan tersebut. Nama-nama mereka sempat beredar luas di media sosial dan memicu gelombang kritik dari masyarakat.

Beberapa di antaranya diketahui aktif dalam organisasi kampus, sehingga memperbesar perhatian publik. Bahkan, sejak kasus mencuat, sejumlah akun media sosial yang diduga milik mereka tidak lagi dapat diakses.

Baca Juga: Fakta Kasus Pelecehan FH UI: Korban Capai 27 Orang, Termasuk 7 Dosen

Dosen Diduga Jadi Korban

Fakta lain yang mengundang keprihatinan adalah dugaan keterlibatan dosen sebagai objek pembicaraan tidak pantas dalam grup tersebut.

Dalam forum terbuka mahasiswa, seorang dosen mengaku terkejut karena namanya disebut dalam percakapan. Hal ini memperluas dimensi kasus, tidak hanya menyasar mahasiswa, tetapi juga tenaga pengajar.

- Advertisement -
Berita Terbaru
- Advertisement -
Berita Lainnya
Rekomendasi Untuk Anda
- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini