Luhut Pastikan 50 Juta Warga Desil 1-5 Dapat Bansos

TAJUKNASIONAL.COM Pemerintah menargetkan sekitar 50 juta warga yang masuk kelompok desil 1 hingga 5 menerima bantuan sosial (bansos) secara langsung melalui rekening bank.

Skema tersebut menjadi bagian dari transformasi digital sistem perlindungan sosial yang sedang disiapkan pemerintah.

Ketua Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah sekaligus Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan penerima bansos akan berasal dari kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan terendah.

Pemerintah saat ini masih melakukan pembaruan data untuk memastikan penerima bantuan lebih tepat sasaran.

50 Juta Warga Desil 1-5 Jadi Sasaran

Luhut memastikan sekitar 50 juta masyarakat dalam kelompok desil 1 hingga 5 akan menjadi sasaran awal program bansos digital.

“Nanti kita tidak subsidi produk lagi, tapi subsidi langsung diberikan pada rakyat ke bank account dari rakyat, itu arahan Presiden. Dengan begitu membawa keadilan, memberi keadilan kepada masyarakat kita,” ujar Luhut dalam konferensi pers di kantor DEN, Jakarta Pusat, Kamis (10/9).

BACA JUGA: Cara Cek Penerima Bansos Beras 30 Kg Akhir September 2026, Ini Link Cek Desil Anda!

Desil merupakan pengelompokan masyarakat berdasarkan tingkat kesejahteraan. Semakin rendah kelompok desil, semakin rendah pula tingkat kesejahteraan masyarakat yang masuk di dalamnya.

Pemerintah masih memperbaiki data penerima agar bantuan tidak salah sasaran. Perbaikan tersebut dilakukan terhadap Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), yang menjadi salah satu dasar penentuan penerima perlindungan sosial.

Dana Bansos Bersumber dari Penghematan Digitalisasi

Luhut menyebut pemerintah menghitung potensi penghematan melalui digitalisasi mencapai Rp1.200 triliun. Angka tersebut disebut masih dapat berubah, tetapi sebagian efisiensi tersebut diharapkan dapat mendukung program perlindungan sosial.

“Penghematan digitalisasi yang kami hitung bisa mencapai Rp1.200 triliun, itu angka itu bisa akan turun ke bawah,” kata Luhut.

Dengan skema baru tersebut, pemerintah berupaya mengubah pola subsidi yang sebelumnya diberikan melalui produk menjadi bantuan yang diterima langsung masyarakat melalui rekening.

Rekening Penerima Disiapkan Pemerintah

Penyaluran bansos secara langsung ke rekening ditargetkan mulai berjalan pada kuartal I 2027. Pemerintah juga menyiapkan rekening bagi masyarakat yang menjadi penerima bantuan.

Sementara itu, sistem perlindungan sosial digital rencananya diluncurkan secara nasional pada Oktober 2026. Sistem tersebut dibangun dengan konsep Digital Public Infrastructure (DPI) yang mengintegrasikan identitas digital, pertukaran data antarinstansi, dan pembayaran digital.

BACA JUGA: VIRAL! Anggota DPR RI Eva Stevany Rataba dari Fraksi NasDem Masuk Desil 4, Terima Bansos PKH?

Verifikasi Menggunakan Data Digital

Pemerintah menyiapkan mekanisme verifikasi penerima menggunakan biometrik wajah yang terhubung dengan data kependudukan Dukcapil.

- Advertisement -
Berita Terbaru
- Advertisement -
Berita Lainnya
Rekomendasi Untuk Anda
- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini