TAJUKNASIONAL.COM Presiden Prabowo Subianto meminta jajaran menteri Kabinet Merah Putih untuk menyampaikan secara terbuka hasil kunjungan kerja ke Amerika Serikat, Eropa, dan sejumlah negara di Asia yang berkaitan dengan investasi dan kerja sama ekonomi strategis.
Permintaan tersebut disampaikan setelah Presiden menerima laporan langsung dari Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus CEO Danantara, Rosan Roeslani, dalam pertemuan yang berlangsung di kediaman Presiden di Kertanegara, Jakarta, Minggu (14/6).
Berdasarkan informasi yang disampaikan melalui akun resmi Sekretariat Kabinet, laporan tersebut memuat berbagai data dan fakta yang menunjukkan meningkatnya kepercayaan dunia internasional terhadap Indonesia sebagai tujuan investasi.
Peningkatan kepercayaan tersebut tercermin dari tingginya minat investor global untuk menanamkan modal di berbagai sektor strategis nasional, mulai dari hilirisasi industri, energi, teknologi, hingga sektor pengembangan sumber daya manusia.
Dalam arahannya, Presiden Prabowo meminta agar capaian tersebut tidak hanya menjadi bahan laporan internal pemerintah, tetapi juga diketahui masyarakat luas sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas publik.
Baca Juga: Kepala BGN Ungkap Kekecewaan, Sebut Niat Baik Prabowo Dikhianati dalam Polemik MBG
Karena itu, Presiden menginstruksikan Rosan Roeslani untuk mengumumkan secara terbuka berbagai data dan capaian investasi yang diperoleh selama kunjungan kerja ke Amerika Serikat, Eropa, dan Asia.
Langkah tersebut dinilai penting untuk memberikan gambaran yang utuh mengenai posisi Indonesia di mata investor global di tengah dinamika ekonomi dunia yang masih dibayangi ketidakpastian geopolitik dan perlambatan ekonomi di sejumlah negara.
“Presiden juga memerintahkan Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani untuk mengumumkan capaian data positif tersebut kepada publik secara terbuka,” demikian keterangan yang disampaikan melalui akun resmi Sekretariat Kabinet.
Pemerintah menilai keterbukaan informasi mengenai perkembangan investasi dapat memperkuat optimisme pelaku usaha sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap arah kebijakan ekonomi nasional.
Pertemuan di Kertanegara juga dihadiri sejumlah pejabat strategis Kabinet Merah Putih. Selain Rosan Roeslani, hadir pula Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, Kepala Badan Pengaturan BUMN Dony Oskaria, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Dalam dokumentasi yang diunggah Sekretariat Kabinet, Presiden Prabowo tampak memimpin rapat bersama para menteri tersebut dalam format diskusi meja bundar.
Baca Juga: [BERITA UTAMA] Prabowo Evaluasi Besar-besaran Program MBG, Dugaan Korupsi Hingga Pemborosan
Pertemuan itu menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan berbagai hasil diplomasi ekonomi dan promosi investasi yang dilakukan di luar negeri dapat memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi nasional, penciptaan lapangan kerja, serta percepatan program hilirisasi yang menjadi salah satu agenda utama pemerintahan Prabowo.
