- Advertisement -
Berita Terbaru
- Advertisement -
Berita Lainnya
Rekomendasi Untuk Anda
- Advertisement -
Kedua, menolak kehadiran Gibran di Kota Kupang serta menolak proyek tersebut jika polemik masyarakat tidak diselesaikan. Ketiga, mendesak pemerintah membuka ruang dialog dengan semua pihak yang berkepentingan.
Penolakan ini menjadi ujian bagi Gibran. Jika peresmian tetap dilakukan tanpa penyelesaian masalah lahan, pemerintah berisiko dinilai lebih mementingkan seremoni proyek ketimbang keadilan bagi warga terdampak.
Baca dan Ikuti Media Sosial Tajuk Nasional, KLIK DISINI
