BNPB juga melaporkan masih terdapat 209,78 hektare lahan yang terbakar di Sumatra dan Kalimantan.
Data tersebut menunjukkan bahwa persoalan karhutla belum selesai. Di satu sisi, roda kehidupan masyarakat tetap bergerak. Di sisi lain, sejumlah layanan dan kebutuhan dasar warga telah terdampak.
Karena itu, ukuran “normal” tidak cukup hanya dilihat dari masih bukanya toko, rumah makan atau lancarnya lalu lintas darat.
Kondisi air yang digunakan warga, keberlangsungan pendidikan, kemampuan membeli kebutuhan pokok, serta kualitas udara juga menjadi indikator penting untuk melihat sejauh mana masyarakat benar-benar terbebas dari dampak karhutla.

