Kader PSI Gabung PDIP Sumsel, Dinamika Perebutan Basis Kader Dipertontonkan

TAJUKNASIONAL.COM Dinamika konflik dan persaingan pengaruh antara PSI dan PDI Perjuangan (PDIP) di Sumatera Selatan kembali menguat setelah PDIP Sumsel mengumumkan masuknya sejumlah pengurus PSI.

Momen ini menambah warna “tarik-menarik” kader di tingkat daerah yang belakangan kerap menjadi barometer kekuatan struktur jelang agenda politik berikutnya.

Bertempat di Kantor DPD PDIP Sumsel, Sabtu (28/2/2026), partai berlambang banteng itu menyatakan resmi menerima tiga pengurus PSI  Thamrin (sebelumnya Ketua PSI Musi Rawas), Chandra Saputra (Sekretaris PSI Musi Banyuasin/Muba), serta Zairul (pengurus PSI Muba).

Di sisi PDIP, acara dihadiri jajaran pengurus, termasuk Sekretaris DPD PDIP Sumsel Ilyas Panji Alam—nama yang memang tercatat berada di struktur kepengurusan DPD PDIP Sumsel periode 2025–2030.

Baca Juga: Popsivo Polwan Lolos Final Four Proliga 2026 usai Menang 3-0 atas Medan Falcons di Sentul

Masuknya kader PSI ini otomatis memunculkan pembacaan politik PDIP mengirim sinyal ekspansi, sementara PSI menghadapi tantangan konsolidasi struktur di daerah.

Di Sumsel, dua arah pergerakan kader sebenarnya sudah tampak dalam beberapa bulan terakhir ada kader PDIP yang disebut merapat ke PSI dan sebaliknya, sehingga persaingan dua partai ini tidak hanya terjadi di panggung nasional, tetapi juga merembet ke basis kader di kabupaten/kota.

Wakil Ketua Bidang Politik PDIP Sumsel, Susanto Adjis, menyebut bergabungnya tokoh-tokoh tersebut menunjukkan PDIP terbuka bagi siapa saja yang berkomitmen memperjuangkan kepentingan rakyat.

“Dengan bergabungnya Pak Thamrin, Pak Chandra, dan Pak Zairul, ini tentu menginspirasi banyak pihak untuk membuka pemikiran dan bersama-sama berjuang di PDIP Sumsel. Banyak agenda ke depan, tidak hanya agenda politik, tetapi juga agenda kemaslahatan rakyat,” ujarnya.

Susanto juga menegaskan proses internal PDIP akan berjalan penerbitan KTA dan kaderisasi.

“Setelah ini mereka akan menerima KTA PDI Perjuangan dan mengikuti kaderisasi tingkat pratama, agar memahami arah perjuangan serta ideologi partai. Di PDI Perjuangan, perjuangan adalah misi, bukan sekadar profesi,” tegasnya.

Baca Juga: Safari Politik PSI Rutin Kunjungi Pesentren, Citra Politik Anak Muda Kini Mulai Merapat ke Kelompok Agama?

Nada serupa disampaikan Wakil Sekretaris Bidang Program Beni Hernedi.

“Kami ingin menyampaikan kepada publik bahwa PDI Perjuangan Sumsel menerima dengan terbuka bergabungnya tokoh-tokoh baru. Ini adalah dinamika politik yang sehat dan bentuk kepercayaan terhadap PDI Perjuangan,” katanya. Ia menambahkan, “PDI Perjuangan adalah rumah perjuangan yang konsisten, bukan kendaraan politik sesaat. Kami juga tetap menghormati partai politik lain,” tambahnya.

Dari pihak kader yang pindah, Thamrin menegaskan langkahnya didahului pengunduran diri dari jabatan di PSI dan siap memperjuangkan PDIP.

“Ke depan kita harus lebih giat lagi… Kita ingin PDI Perjuangan lebih besar dari sebelumnya. PDI Perjuangan adalah partai perjuangan rakyat,” ujarnya.

Chandra Saputra menekankan alasan ideologis dan pembelajaran politik.

“Saya mempelajari politik dan partai… PDI Perjuangan sudah lama berdiri dan konsisten membela rakyat kecil,” tandasnya.

Perpindahan ini memperlihatkan konflik PSI–PDIP di level daerah bergerak lewat perebutan struktur dan figur.

PDIP merapikan mesin lewat kaderisasi, sementara PSI berpotensi menghadapi pekerjaan rumah untuk menutup “lubang” organisasi dan menjaga loyalitas basisnya di kabupaten/kota.

Baca dan Ikuti Media Sosial Tajuk Nasional, KLIK DISINI

- Advertisement -
Berita Terbaru
- Advertisement -
Berita Lainnya
Rekomendasi Untuk Anda
- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini