TAJUKNASIONAL.COM Bendungan Batutegi di Kabupaten Tanggamus, Lampung, memiliki peran strategis dalam menjaga ketersediaan air untuk berbagai kebutuhan masyarakat.
Infrastruktur yang dibangun Kementerian Pekerjaan Umum (PU) ini memiliki kapasitas tampungan efektif mencapai 687,767 juta meter kubik dan menjadi salah satu andalan Lampung untuk mendukung irigasi pertanian, penyediaan air baku, hingga pengendalian banjir.
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan pembangunan bendungan dilakukan untuk mendukung pasokan air ke sawah sekaligus menopang upaya mencapai swasembada pangan.
“Kementerian PU terus mengoptimalkan operasi bendungan dan infrastruktur sumber daya air untuk kebutuhan air baku dan irigasi. Dengan pengelolaan yang optimal, kami memastikan pasokan air bagi masyarakat tetap aman dan berkelanjutan,” kata Menteri Dody.
Bendungan Batutegi dibangun secara bertahap pada 1995–2004 dengan ketinggian sekitar 122 meter.
Infrastruktur ini menjadi bagian penting dalam pengelolaan sumber daya air di Daerah Aliran Sungai (DAS) Way Sekampung, terutama untuk menjaga ketersediaan air ketika terjadi musim kemarau panjang maupun fenomena El Nino.
Di sektor pertanian, Batutegi mendukung sistem irigasi Way Sekampung yang mengairi lahan pertanian dalam skala luas.
Berdasarkan data Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji Sekampung, luas areal yang dapat diairi mencapai 66.573 hektare pada musim rendeng.
Bendungan ini juga berkontribusi terhadap peningkatan luas tanam hingga sekitar 45.911 hektare per tahun.
Terjaganya ketersediaan air menjadi salah satu faktor penting bagi petani dalam mempertahankan produktivitas lahan dan keberlanjutan kegiatan pertanian di Lampung.
Peran tersebut semakin penting ketika curah hujan menurun, sementara kebutuhan air tanaman tetap harus dipenuhi.
Batutegi juga berfungsi sebagai “bank air” dengan menyimpan cadangan air saat musim hujan untuk kemudian dimanfaatkan pada musim kemarau.
Dengan kapasitas tampungan total sekitar 580 juta meter kubik, bendungan ini menjadi salah satu penyangga pasokan air dalam sistem pengelolaan sumber daya air di Lampung.
Tidak hanya untuk pertanian, manfaat Bendungan Batutegi juga dirasakan masyarakat perkotaan.
Infrastruktur tersebut menyediakan alokasi air baku sekitar 2.250 liter per detik untuk memenuhi kebutuhan air di Bandar Lampung, Metro, dan Branti.
Hal ini menunjukkan bahwa fungsi bendungan turut mendukung pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.
Selain itu, Bendungan Batutegi memiliki fungsi lain, yakni membantu pengendalian banjir serta mendukung sektor perikanan dan pariwisata.
Pengelolaannya juga terhubung dengan infrastruktur sumber daya air lainnya, termasuk sistem Way Sekampung dan Bendungan Margatiga.
Karena itu, pengaturan air di Batutegi memiliki pengaruh terhadap distribusi air di wilayah yang lebih luas dan membutuhkan pengelolaan secara terintegrasi.
Dengan berbagai fungsi tersebut, Kementerian PU terus memperkuat ketahanan air melalui pengelolaan infrastruktur bendungan.
Upaya ini menjadi bagian penting dalam menghadapi tantangan perubahan musim dan kemarau sekaligus menjaga ketersediaan air untuk kebutuhan masyarakat maupun sektor pertanian. (hen)



' +
'