Jokowi Mau Keliling Indonesia, PDIP Pertanyakan Manfaat Aspirasi untuk Rakyat

TAJUKNASIONAL.COM Rencana Presiden ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi untuk kembali berkeliling Indonesia pada Juni 2026 mendapat kritik dari PDI Perjuangan.

Juru Bicara PDIP, Ansy Lema, menilai saat ini bukan lagi waktunya melakukan serap informasi atau blusukan ke masyarakat.

Menurut Ansy, persoalan yang dihadapi rakyat sudah sangat jelas.

Ia menyebut masyarakat kini lebih membutuhkan solusi konkret atas masalah pengangguran, lapangan pekerjaan, penurunan pendapatan, dan melemahnya daya beli.

Pernyataan tersebut disampaikan Ansy dalam program Satu Meja The Forum Kompas TV, Rabu (27/5/2026).

Ia menilai kegiatan turun ke lapangan untuk menyerap aspirasi tidak cukup jika tidak diikuti jalan keluar yang nyata.

Baca Juga: PDIP Sindir Kabar Jokowi Jadi Ketua Dewan Pembina PSI: Dulu Presiden Saja Gagal

“Saat ini yang dibutuhkan oleh rakyat itu adalah solusi konkret untuk menjawab masalah pengangguran, penciptaan lapangan pekerjaan, pendapatan yang menurun, dan daya beli yang juga semakin sulit. Masyarakat hari ini ingin mendapatkan hal-hal yang konkret,” ucap Ansy.

Kritik ini menjadi sorotan karena Jokowi dikenal sebagai figur yang identik dengan blusukan sejak menjabat Wali Kota Solo, Gubernur DKI Jakarta, hingga Presiden RI.

Namun, setelah tidak lagi menjabat sebagai kepala negara, efektivitas blusukan Jokowi kini dipertanyakan.

Ansy menegaskan, menyerap aspirasi seharusnya hanya menjadi satu tahap awal dalam proses kebijakan.

Setelah aspirasi dikumpulkan, harus ada kanal yang jelas untuk menyalurkan dan menindaklanjutinya menjadi solusi.

Karena itu, ia mempertanyakan ke mana aspirasi yang dikumpulkan Jokowi nantinya akan dibawa.

Apalagi, Jokowi saat ini tidak lagi memegang jabatan eksekutif yang memiliki kewenangan langsung mengambil keputusan pemerintahan.

“Lalu aspirasi yang sudah dikumpulkan itu, didistribusikan lewat kanal apa? Itu menjadi pertanyaan,” ujar Ansy.

Ia juga menilai masalah utama masyarakat saat ini sudah diketahui secara luas. Persoalan ekonomi, lapangan kerja, dan daya beli bukan hal baru yang masih perlu dicari melalui kunjungan lapangan.

“Kalau bicara serap aspirasi hari ini apa sih yang kita tidak ketahui? Hari ini kan semua persoalan sudah kita ketahui, ada persoalan ekonomi, dan itu adalah persoalan pertama yang betul-betul menjadi kebutuhan masyarakat,” katanya.

Baca Juga: Nasib Tragis Persis Solo di Super League, Klub Milik Putra Jokowi Terlempar ke Championship

Dengan kondisi tersebut, Ansy menilai rakyat tidak lagi menunggu seremoni politik atau kunjungan simbolik.

Yang paling dibutuhkan adalah langkah konkret yang bisa langsung menjawab kesulitan hidup sehari-hari.

Sebelumnya, Jokowi disebut akan keliling Indonesia pada Juni 2026 setelah kondisi kesehatannya pulih 99 persen.

Kabar itu disampaikan setelah pertemuan Jokowi dengan relawannya pada 1 Mei 2026 di Rawamangun.

Dalam pertemuan tersebut, Jokowi disebut juga berbicara empat mata dengan Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi.

Pembicaraan itu dikabarkan menyangkut keberlanjutan program Jokowi yang dilanjutkan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

- Advertisement -
Berita Terbaru
- Advertisement -
Berita Lainnya
Rekomendasi Untuk Anda
- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini