Indonesia Tanpa Wakil di Final Kejuaraan Dunia BWF 2026, PBSI Dapat Sentilan

TAJUKNASIONAL.COM Kekalahan Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah dari pasangan nomor satu dunia Feng Yan Zhe/Huang Dong Ping pada semifinal Kejuaraan Dunia BWF 2026 memastikan Indonesia kembali tanpa wakil di partai final.

Amri/Nita harus puas membawa pulang medali perunggu setelah mencapai semifinal. Meski gagal menembus final, pencapaian tersebut menjadi catatan penting bagi sektor ganda campuran Indonesia.

Pasalnya, Indonesia terakhir kali meraih medali Kejuaraan Dunia dari nomor tersebut pada 2017 melalui Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir.

Namun, keberhasilan Amri/Nita mencapai semifinal tidak sepenuhnya menutupi persoalan yang lebih besar. Untuk kali kedua secara beruntun, Indonesia gagal mengirim satu pun wakil ke final Kejuaraan Dunia BWF.

Baca Juga: Hasil Kejuaraan Dunia BWF 2026: Amri/Nita Tumbang dari Feng/Huang dalam Duel 97 Menit

Dua Tahun Tanpa Wakil di Final

Situasi pada 2026 mengulang kegagalan tahun sebelumnya. Pada Kejuaraan Dunia BWF 2025, Indonesia juga tidak memiliki wakil di partai puncak. Saat itu, hanya Putri Kusuma Wardani yang mampu mencapai semifinal.

Catatan tersebut membuat Indonesia untuk pertama kalinya dalam 15 tahun mengalami kegagalan mengirim wakil ke final Kejuaraan Dunia selama dua edisi berturut-turut.

Sebelumnya, kondisi serupa terjadi pada Kejuaraan Dunia 2010 dan 2011.

Rentetan hasil tersebut menjadi alarm bagi pembinaan bulutangkis nasional, khususnya PBSI, yang selama ini menjadi salah satu kekuatan utama Indonesia di pentas dunia.

Jadi Sentilan untuk PBSI

Kegagalan di Kejuaraan Dunia 2026 menjadi evaluasi penting bagi PBSI. Sebelumnya, Indonesia masih mampu mendapatkan gelar dari beberapa turnamen besar, termasuk China dan Japan Open melalui pasangan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri.

Namun, di panggung Kejuaraan Dunia, Indonesia kembali gagal mencapai partai final.

Kondisi ini menjadi semakin penting karena Asian Games 2026 di Jepang akan berlangsung dalam waktu kurang dari satu bulan, tepatnya pada 19 September hingga 1 Oktober 2026.

Indonesia memiliki pekerjaan rumah besar untuk memperbaiki performa para pemain sebelum tampil di pesta olahraga terbesar di Asia tersebut.

Baca Juga: Hasil Kejuaraan Dunia BWF 2026: Tiga Wakil Indonesia Tersingkir

Tradisi Emas Harus Dipulihkan

Performa Indonesia di Asian Games juga menjadi perhatian. Pada edisi 2022, tradisi emas bulutangkis Indonesia terhenti. Bahkan, Indonesia tidak berhasil membawa pulang medali perunggu dari cabang olahraga tersebut.

Gelar emas terakhir Indonesia di Asian Games diraih pada 2018 di Jakarta-Palembang. Saat itu, Jonatan Christie meraih emas nomor tunggal putra, sementara Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo berjaya di sektor ganda putra.

- Advertisement -
Berita Terbaru
- Advertisement -
Berita Lainnya
Rekomendasi Untuk Anda
- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini