TAJUKNASIONAL.COM Harta kekayaan Rektor Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Akhmad Sodiq menjadi sorotan setelah dirinya diamankan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Purwokerto, Jawa Tengah, Kamis (20/8/2026).
KPK mengamankan 14 orang dalam operasi tersebut. Sebanyak 12 orang diamankan di Purwokerto dan dua lainnya di Jakarta. KPK juga menyita uang tunai ratusan juta rupiah.
OTT tersebut diduga berkaitan dengan proses penerimaan mahasiswa baru di Fakultas Kedokteran Unsoed. Dugaan perkara mencuat setelah adanya transaksi suap yang disebut mencapai Rp700 juta.
Di tengah proses hukum tersebut, laporan harta kekayaan Akhmad Sodiq yang tercatat dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) 2025 turut menjadi perhatian.
Total Harta Kekayaan Akhmad Sodiq Rp3,29 Miliar
Berdasarkan LHKPN 2025, Akhmad Sodiq tercatat memiliki total harta kekayaan sebesar Rp3.299.541.326.
Setelah dikurangi utang sebesar Rp175 juta, total harta kekayaan bersih yang dilaporkan mencapai Rp3.124.541.326.
Komponen terbesar berasal dari tanah dan bangunan dengan nilai keseluruhan sekitar Rp2,5 miliar. Aset tersebut terdiri atas empat bidang tanah dan bangunan yang berada di Kabupaten Banyumas.
Aset pertama berupa tanah seluas 505 meter persegi dan bangunan seluas 416 meter persegi dengan nilai Rp1,3 miliar. Aset tersebut dilaporkan diperoleh dari hasil sendiri.
Tiga aset lainnya berupa tanah seluas 1.051 meter persegi senilai Rp395 juta, tanah seluas 1.129 meter persegi senilai Rp510 juta, serta tanah seluas 1.050 meter persegi dengan nilai Rp295 juta.
Kendaraan Akhmad Sodiq
Selain properti, Akhmad Sodiq melaporkan kepemilikan sejumlah kendaraan dengan total nilai sekitar Rp285,7 juta.
Kendaraan tersebut terdiri atas Yamaha tahun 1993 senilai Rp1,2 juta, Honda tahun 2006 senilai Rp4,5 juta, Toyota Agya 1.0 G A/T tahun 2015 senilai Rp75 juta, Toyota Grand New Innova Bensin G tahun 2014 senilai Rp180 juta, serta Yamaha BBP A/T tahun 2023 senilai Rp25 juta.
Akhmad juga melaporkan kas dan setara kas sebesar Rp49.941.326. Dalam laporan tersebut tidak tercatat harta bergerak lainnya, surat berharga maupun harta lainnya.
