TAJUKNASIONAL.COM Partai Gerindra mencatat elektabilitas tertinggi dalam survei Parameter Politik Indonesia dengan perolehan 18,3 persen.
Posisi tersebut menempatkan Gerindra di atas PDI Perjuangan (PDIP) yang memperoleh 14,0 persen. Kuatnya posisi Gerindra dalam survei tersebut turut dikaitkan dengan daya tarik figur Prabowo Subianto.
Survei Parameter Politik Indonesia melibatkan 1.200 warga negara Indonesia berusia minimal 17 tahun atau sudah menikah.
esponden tersebar secara proporsional di 38 provinsi, 116 kabupaten/kota, 120 kecamatan, serta 120 desa/kelurahan.
Pengambilan sampel menggunakan metode multistage random sampling. Survei memiliki margin of error sebesar 2,8 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara tatap muka oleh surveyor mahasiswa pada 20 Juli hingga 3 Agustus 2026.
Baca Juga: Wacana Pemilu Dipercepat Budi Arie Tuai Respons, Gerindra Pilih Fokus Prabowo
Dalam temuan elektabilitas partai politik, Gerindra berada di peringkat pertama dengan 18,3 persen. PDIP menyusul dengan 14,0 persen, kemudian Golkar sebesar 13,0 persen.
Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) memperoleh 9,7 persen, Demokrat 7,7 persen, dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) 6,9 persen. Sementara itu, NasDem memperoleh 5,7 persen dan PAN sebesar 5,6 persen. Partai lainnya berada di bawah angka tersebut.
Suka Prabowo Jadi Alasan Utama
Menariknya, ketika pemilih Gerindra ditanya mengenai alasan memilih partai tersebut, faktor yang paling banyak disebut adalah rasa suka terhadap Prabowo Subianto.
Sebanyak 29,2 persen responden yang memilih Gerindra menyebut menyukai Prabowo sebagai alasan pilihan mereka. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan alasan menyukai kepartaian Gerindra yang berada di angka 9,2 persen.
Alasan berikutnya adalah penilaian terhadap kinerja yang dirasakan atau terbukti sebesar 7,6 persen. Sebanyak 6,5 persen responden menilai Gerindra atau tokoh di dalamnya sebagai pilihan yang bagus.
Baca Juga: Dedi Mulyadi Diisukan Hijrah ke PSI, Gerindra Jabar: Kami Merasa Aneh
Faktor kepemimpinan juga menjadi pertimbangan. Sebanyak 5,4 persen responden menyebut pemimpinnya tegas sebagai alasan memilih Gerindra. Selain itu, 4,3 persen menyatakan pernah mendapatkan bantuan, sementara angka yang sama menyebut menyukai dan menilai baik partainya.
Sejumlah alasan lain turut muncul dalam survei, seperti mengikuti pilihan masyarakat, kesesuaian dengan hati dan nurani, kepemimpinan yang bagus, visi dan misi yang baik, pengalaman, hingga faktor keamanan.
Temuan tersebut memperlihatkan bahwa keunggulan elektabilitas Gerindra dalam survei ini tidak semata-mata berasal dari identifikasi terhadap partai.
