Gatot Nurmantyo Bongkar Dugaan Intervensi Jokowi soal Promosi Pati TNI

TAJUKNASIONAL.COM Mantan Panglima TNI Jenderal Purnawirawan Gatot Nurmantyo mengungkap dugaan alasan dirinya diganti Presiden ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi sebelum memasuki masa pensiun. Pernyataan itu disampaikan Gatot saat berpidato dalam acara Milad ke-5 Partai Ummat di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Minggu, 3 Mei 2026.

Gatot diketahui menjabat sebagai Panglima TNI sejak 8 Juli 2015. Ia dilantik Presiden Jokowi menggantikan Jenderal TNI Moeldoko melalui Keputusan Presiden Nomor 49/TNI/2015.

Jabatan Gatot kemudian digantikan Marsekal Hadi Tjahjanto. Hadi dilantik Presiden Jokowi sebagai Panglima TNI pada 8 Desember 2017 di Istana Negara, Jakarta.

Dalam pidatonya, Gatot awalnya menyinggung pentingnya perbaikan politik, institusi negara, dan pemberantasan korupsi agar Indonesia dapat menjadi negara maju. Ia menilai kemajuan bangsa membutuhkan pemimpin yang bersih, berani, serta tidak tersandera kepentingan tertentu.

Baca Juga: Refly Harun Desak Jokowi Tunjukkan Ijazah Asli, Singgung Beban Pembuktian Roy Suryo

“Jadi ini semua bisa dilakukan asal politik dan institusi kita benar-benar menjadi modal utama kita dan korupsi benar-benar diberantas,” kata Gatot.

Gatot kemudian mengaitkan pandangan itu dengan pengalamannya saat masih menjabat Panglima TNI. Ia mengklaim pernah diminta Jokowi untuk menaikkan pangkat seorang perwira tinggi menjadi bintang tiga. Namun, menurut Gatot, ia tidak langsung menyanggupi permintaan tersebut karena terlebih dahulu memeriksa rekam jejak perwira yang dimaksud.

“Saya buka aja sekarang, biar Pak Jokowi marah. Ketika Pak Jokowi minta ‘Pak Panglima, tolong dong ini naikkan bintang tiga. Saya periksa, nggak ada yang saya nggak periksa,” ujar Gatot.

Gatot menyebut hasil pemeriksaannya membuat promosi itu tidak dilanjutkan. Ia mengaku kemudian dipanggil Jokowi dan menyampaikan bahwa perwira tersebut lebih baik tetap berada di posisi sebelumnya.

“Besoknya saya dipanggil. Pak Jokowi bilang, ‘Pak Panglima, dia masih suka di sana’. Saya jawab, ‘Oh iya pak, nggak apa-apa, bagus pak dia di sana aja. Nggak jadi naik bintang tiga dia’,” katanya.

Baca Juga: Profil Mayor Inf Windra Sanur, Pengawal Jokowi yang Kini Jadi Kasdim Tigaraksa

Menurut Gatot, sikapnya yang terlalu selektif dalam promosi perwira menjadi salah satu penyebab dirinya diganti dari jabatan Panglima TNI.

“Ya sudah ditendang lah saya karena nggak nurut,” ucap Gatot.

Pernyataan Gatot tersebut merupakan klaim pribadi yang belum mendapat tanggapan langsung dari Jokowi dalam bahan yang tersedia. Karena itu, informasi tersebut perlu ditempatkan sebagai versi Gatot mengenai dinamika pergantian Panglima TNI pada 2017.

Gatot juga menegaskan bahwa TNI membutuhkan pemimpin yang berintegritas. Menurutnya, institusi militer memiliki karakter khusus karena prajurit dilatih, dipersenjatai, dan diorganisasi untuk patuh pada rantai komando.

- Advertisement -
Berita Terbaru
- Advertisement -
Berita Lainnya
Rekomendasi Untuk Anda
- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini