TAJUKNASIONAL.COM Tim Penjinak Bom atau Jibom Gegana Brimob Polda Papua menemukan satu granat aktif jenis nanas saat melakukan pemeriksaan di lokasi ledakan bom peninggalan Perang Dunia II di Biak, Papua.
Granat aktif tersebut ditemukan di tempat kejadian perkara atau TKP ledakan yang sebelumnya menewaskan lima orang dan melukai belasan warga.
Temuan itu membuat aparat memperketat pengamanan di sekitar lokasi.
Kapolres Biak Numfor, AKBP Ari Trestiawan, mengatakan granat nanas tersebut ditemukan saat tim Jibom melakukan penyisiran di kawasan ledakan.
Granat itu kemudian langsung dimusnahkan sekitar pukul 18.00 WIT pada Senin (2/6).
Baca Juga: Israel Kembali Bombardir Gaza, 26 Warga Palestina Termasuk Anak-anak Meregang Nyawa
Pemeriksaan terhadap kemungkinan bahan peledak lain masih akan dilanjutkan. Ari menjelaskan, tim Jibom baru tiba di Biak pada Senin sore sehingga proses penyisiran belum bisa dilakukan secara maksimal.
Karena itu, polisi meminta warga tidak memasuki area TKP. Larangan tersebut diberlakukan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan selama proses sterilisasi masih berlangsung.
“Karena masih menunggu pembersihan yang dilakukan tim Jibom Gegana maka olah TKP juga belum dilakukan,” kata Ari saat dihubungi, Senin malam.
Ari menegaskan, penyidik belum dapat melakukan olah TKP karena masih menunggu tim Jibom menyelesaikan proses sterilisasi.
Polisi harus memastikan kawasan tersebut benar-benar aman dan bebas dari bahan peledak sebelum penyelidikan lanjutan dilakukan.
“Penyidik belum melakukan olah TKP karena masih menunggu tim Jibom melakukan sterilisasi kawasan itu dan menyatakan bebas dari bahan peledak,” ujarnya.
Sebelumnya, ledakan yang diduga berasal dari bom peninggalan Perang Dunia II terjadi di Kompleks Perikanan, Distrik Biak Kota, Kabupaten Biak Numfor, Papua, pada Minggu (31/5) sekitar pukul 14.45 WIT.
Ledakan tersebut menewaskan lima orang. Para korban meninggal masing-masing bernama Deflin Raubaba berusia 41 tahun, Moris Raubaba 24 tahun, Karmila Ayorbaba 25 tahun, Israel Raubaba 7 tahun, dan Isril Raubaba 5 tahun.
Selain korban meninggal, insiden tersebut juga menyebabkan tiga orang dinyatakan hilang. Sebanyak 19 orang lainnya mengalami luka-luka akibat ledakan.
Dampak ledakan juga merusak sembilan rumah yang dihuni 10 kepala keluarga.
Total terdapat 55 jiwa yang terdampak dan kini masih ditampung sementara di lokasi pengungsian yang disediakan Pemerintah Daerah Biak Numfor.
Temuan granat aktif di sekitar lokasi ledakan memperkuat dugaan bahwa kawasan tersebut masih menyimpan sisa bahan peledak peninggalan masa perang.
Baca Juga: Mahasiswa Jadi Tersangka Teror Bom 10 Sekolah di Depok, Motif karena Masalah Pribadi
Kondisi ini membuat proses sterilisasi harus dilakukan secara hati-hati oleh tim khusus.
Aparat meminta masyarakat tidak mendekati lokasi ledakan atau mengambil benda mencurigakan yang ditemukan di sekitar kawasan.
