Kehadiran lima mahasiswa dalam kunker ini dapat dibaca sebagai upaya pemerintah membuka ruang dialog sekaligus memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk menilai langsung pelaksanaan program di daerah.
Dengan melihat kondisi lapangan, mahasiswa diharapkan dapat memberikan kritik, masukan, dan pandangan yang lebih berbasis pada fakta.
Meski demikian, keterlibatan mahasiswa dalam agenda pemerintah tetap menjadi perhatian publik. Sebab, mahasiswa selama ini dikenal sebagai kelompok yang memiliki peran penting dalam mengawal kebijakan dan menyampaikan kritik terhadap pemerintah.
Baca dan Ikuti Media Sosial Tajuk Nasional, KLIK DISINI
