TAJUKNASIONAL.COM Pemerintah Indonesia lewat Badan Gizi Nasional atau BGN RI membuat langkah dan kebijakan terbaru terkait pelaksanaan Program Strategis Nasional Derektif Presiden Prabowo Subianto, Makanan Bergizi Gratis alias MBG.
Terbaru, BGN RI menutup sekitar 833 SPPG alias Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi yang merupakan dapur penyedia Makanan Bergizi Gratis atau MBG se Indonesia.
Penutupan atau suspensi terhadap lebih dari 800 unit SPPG se Indonesia itu diumumkan langsung oleh Kepala Badan Gizi Nasional Republik Indonesia, Sudaryono.
Menurut Sudaryono, ada beberapa alasan yang membuat BGN RI memutuskan penutupan terhadap 833 dapur MBG atau SPGG yang tersebar di seantero Tanah Air tersebut.
Baca Juga: Anggaran MBG Bakal Dievaluasi, Menkeu Purbaya Bertemu Kepala BGN Baru
Satu di antaranya menurut Sudaryono, dapur SPGG yang disuspensi terdsbut tidak memenuhi standar yang sudah ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional.
Dapur MBG atau SPPG yang tidak memenuhi standar ini, menurutnya bisa berdampak buruk.
Bahkan ia menyebutnya sebagai sesuatu yang bisa mengancam nyawa!
“(Dapur SPPG yang tidak sesuai Standar BGN) itu yang kemudian kita hentikan!,”
“Taruhannya nyawa!”, ujar Kepala BGN RI, Sudaryono dalam keterangan Pers di Kantor Badan Gizi Nasional Republik Indoneia, Jakarta, Selasa (28/7/2026).
Lebih lanjut, Sudaryono membeberkan rincian SPPG yang ditutup atau disuspensi tersebut.
Di mana 98 di antaranya adalah dapur MBG yang beroperasi di Sumatera.
