“Meskipun Workers United berupaya menciptakan gangguan, lebih dari 99 persen kedai kopi kami tetap buka,” ujarnya.
Perusahaan bahkan menyebut bahwa perayaan Red Cup Day tahun ini mencatat salah satu performa penjualan terbaik dalam sejarah mereka.
Pernyataan tersebut kontradiktif dengan kondisi di lapangan, di mana sejumlah toko memang terpaksa menghentikan layanan atau beroperasi dengan tenaga terbatas akibat aksi protes.
Baca dan Ikuti Media Sosial Tajuk Nasional, KLIK DISINI
