Dengan 2 di antaranya dalam kondisi terluka parah.
Belakangan diketahui bahwa ketiga personel UNIFIL yang jadi insiden serangan di markas pasukan perdamaian PBB tersebut adalah pasukan Indonesia di Lebanon.
Ini menjadi insiden ketiga dalam beberapa pekan terakhir yang mengakibatkan jatuhnya korban dari pihak pasukan Indonesia di Lebanon !
Sayangnya, Kandice Ardiel tak mengungkap dari mana serangan ke markas pasukan perdamaian PBB yang mengakibatkan jatuhnya korban luka dari pasukan Indonesia di Lebanon tersebut berasal.
Dan menyebut serangan tersebut belum diketahui dari mana sumbernya.
Insiden ini memperpanjang catatan insiden keamaan yang menargetkan pasukan Indonesia di Lebanon.
Setelah sebelumnya pada 29 dan 30 Maret 2026 kemarin, dua insiden terpisah dua tempat berbeda mengakibatkan dua prajurit TNI di Lebanon gugur!
Yakni Mayor (Anumerta) Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu (Anumerta) Muhammad Nur Ichwan.
Yang gugur menjalankan misi pengawalan pengiriman logistik tempur pasukan perdamaian PBB atau CSSU UNIFIL di Bani Hayyan, Naqoura, Lebanon Selatan.
Keduanya meregang nyawa saat kendaraan 1 (ran 1) yang ditumpanginya dalam rombongan misi CSSU tersebut dihantam IED atau peledak rakitan.
