“Warga sipil tidak bisa melarikan diri,”
“Ambulans tidak dapat menjangkau korban luka atau rumah sakit di sisi lain,”
“Pengepungan yang kejam memutuskan seluruh pasokan bahan bakar untuk masuk, dengan ancaman membom truk bantuan dan kendaraan medis yang menuju ke selatan,”
“Seluruh komunitas terputus dari pasokan esensial,”
“Makanan, air, dan pasokan medis yang saat ini tersedia di selatan cukup untuk kurang dari sebulan, dengan pelanggaran mencolok terhadap hukum humaniter internasional dan komunitas internasional tetap diam,”
Demikian unggah Muhammad Safa di laman X-nya pada Kamis (9/4/2026).
Unggahannya bisa dilihat di sini
# Targetkan Jembatan untuk Isolasi Lebanon Selatan, Pasukan Indonesia di Lebanon Terancam
serangan pasukan Israel atas jembatan yang menjadi penghubung Lebanon Selatan itu dianggap juga berimbas pada nasib pasukan Indonesia di Lebanon !
Sebelumnya, pasukan Israel juga sudah beberapa kali menargetkan penghancuran jembatan-jemabtan penting di Lebanon.
Pada 22 Maret 2026 lalu, jembatan Qasmiyeh yang berdiri di atas Sungai Litani, Lebanon jadi sasaran.
Itu adalah jembatan strategis yang mengubungkan wilayah Selatan dengan sisi lain di Lebanon.
Ironisnya, pada wilayah Lebanon Selatan ini pulalah banyak pasukan Indonesia di Lebanon di bawah penugasan UNIFIL bermarkas.
