Eksekusi Tanpa Pemberitahuan Keluarga
Organisasi European Saudi Organisation for Human Rights (ESOHR) yang berbasis di Berlin mengungkapkan bahwa keluarga Al Derazi baru mengetahui kabar eksekusi melalui media sosial.
“Mereka tidak diberi kesempatan untuk mengucapkan selamat tinggal kepada Abdullah, tidak menerima panggilan resmi dari otoritas Arab Saudi, dan jasadnya belum diserahkan kepada keluarga,” ujar Duaa Dhainy, peneliti ESOHR.
Selain itu, Mahkamah Agung Arab Saudi disebut mengesahkan hukuman mati Al Derazi secara rahasia, bersamaan dengan vonis terhadap aktivis muda lainnya, Jalal Al Labbad, yang dieksekusi pada Agustus 2025.
Baca Juga: Israel Langgar Gencatan Senjata, 9 Warga Palestina Tewas Ditembak di Gaza
Lonjakan Hukuman Mati di Arab Saudi
Berdasarkan catatan AFP, Arab Saudi telah mengeksekusi lebih dari 300 orang sejak awal 2025. Angka tersebut mendekati rekor tertinggi sepanjang sejarah negara itu, bahkan berpotensi melampaui jumlah 338 eksekusi yang terjadi pada tahun 2024.
Lembaga hak asasi manusia menilai kebijakan keras tersebut menunjukkan tren pengetatan politik di bawah kepemimpinan Raja Salman dan Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MbS), terutama terhadap kelompok minoritas dan oposisi politik.
Baca dan Ikuti Media Sosial Tajuk Nasional, KLIK DISINI
