Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni langsung menuntut Spanyol ditendang keluar dari wilayah Schengen.
Yang tak lain adalah wilayah di Eropa yang tidak memiliki pemeriksaan di perbatasan dalam.
Di mana wilayah Schengen 29 negara, aturan visa yang sama, dan izin tinggal paling lama 90 hari dalam 180 hari.
Gagasan Italia itu bersambut, dengan Finlandia dan Denmark menyerukan perkara serupa.
Sontak, Pemerintah Spanyol melayangkan protes keras pada tindakan PM Italia tersebut.
Satu di antara politisi Spanyol menyebut Italia bukan sebagai mitra yang layak di Eropa.
“Posisi Italia tidak layak untuk sebuah mitra Eropa. Ketika migrasi dijadikan senjata, Eropa menjawab dengan solidaritas, bukan keegoisan.
“Setelah lebih dari 700.000 kedatangan dari Libya, Italia menerima dukungan Eropa, bukan ceramah.
“Solidaritas bukanlah jalan searah,”
Tulis Perdana Politisi Spanyol, Javi Lopez melayangkan protes keras sekaligus kekecewaan dari langkah Italia dalam menanggapi Krisis Cueta 2026 ini.
Unggahan Javi Lopez di laman X tersebut bisa dilihat di sini. (*)
