Viral! Gubernur Kalbar, Ria Norsan Cekcok dengan Mahasiswa soal Karhutla di Bundaran Supadio

TAJUKNASIONAL.COM Video Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Ria Norsan terlibat adu argumen dengan mahasiswa saat aksi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) viral di media sosial.

Peristiwa tersebut terjadi di Bundaran Bandara Internasional Supadio, Kubu Raya, Kamis (3/9/2026).

Ria Norsan sebelumnya hendak menjemput Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni yang dijadwalkan datang ke Kalbar untuk meninjau persoalan karhutla.

Namun, Norsan kemudian dicegat Aliansi Mahasiswa Kalbar yang tengah menggelar aksi dan hendak menyampaikan tuntutan terkait kabut asap serta penanganan karhutla.

Awalnya, dialog antara Norsan dan mahasiswa berlangsung relatif santai. Namun, situasi kemudian memanas ketika terjadi perbedaan pandangan dalam pembicaraan mengenai penanganan karhutla di Kalbar.

Baca Juga: Aktivis Kritik Raja Juli Antoni soal Karhutla: Layak Diganti dengan yang Lebih Kompeten

Dalam video yang beredar di media sosial, sejumlah mahasiswa tampak menyampaikan aspirasi kepada Norsan. Situasi kemudian terlihat semakin tegang hingga beberapa pria berusaha melerai dan menarik Norsan menjauh dari kelompok mahasiswa.

“Eh, ngape emosi gitu?” tanya seorang mahasiswa dalam video yang beredar.

Video tersebut kemudian menjadi perhatian publik dan viral di media sosial. Momen adu argumen itu terjadi ketika mahasiswa memang tengah mendesak pemerintah mengambil langkah lebih serius dalam menghadapi persoalan karhutla dan kabut asap yang melanda Kalbar.

Aliansi Mahasiswa Kalbar meminta pemerintah menetapkan karhutla di Kalimantan dan Sumatera sebagai bencana nasional. Mereka juga mendesak pemerintah pusat, terutama Kementerian Kehutanan, menghadirkan solusi konkret dan jangka panjang.

Mahasiswa menilai penanganan karhutla tidak cukup hanya dilakukan melalui pemadaman ketika kebakaran sudah terjadi. Mereka meminta pemerintah memperkuat mitigasi, pencegahan, sekaligus mengusut dugaan keterlibatan perusahaan dalam kebakaran lahan.

Menhut Gagal Mendarat karena Kabut Asap

Aksi mahasiswa tersebut berlangsung di tengah rencana kunjungan Raja Juli Antoni ke Kalbar. Namun, pesawat yang membawa rombongan Menhut gagal mendarat di Bandara Supadio akibat kondisi kabut asap.

Ria Norsan mengatakan jarak pandang di sekitar bandara saat itu hanya sekitar 100 meter sehingga pesawat tidak berani melakukan pendaratan.

“Batal datang karena kabut asap. Jarak pandang hanya sekitar 100 meter, sehingga pesawat tidak berani untuk landing. Itu saja masalahnya, tidak ada yang lain,” kata Norsan.

Meski batal mendarat, kunjungan Raja Juli masih berpeluang dilanjutkan apabila kondisi cuaca dan jarak pandang membaik. Jika tidak memungkinkan, kunjungan akan dijadwalkan kembali pada hari berikutnya.

Baca Juga: Menhut Raja Juli Dikritik Tak Paham Karhutla, Partai Gelora: Harusnya Cegah, Bukan Menunggu

Dalam agenda awal, Menhut dijadwalkan meninjau tiga lokasi terdampak karhutla, yakni Desa Limbung, kawasan sekitar SMA 4, dan Rasau Jaya. Setelah itu, pemerintah berencana menggelar rapat koordinasi bersama sejumlah pemangku kepentingan.

Pemerintah juga menyiapkan bantuan berupa pompa air, peralatan penanganan kebakaran, makanan, minuman, obat-obatan dan masker.

- Advertisement -
Berita Terbaru
- Advertisement -
Berita Lainnya
Rekomendasi Untuk Anda
- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini