TAJUKNASIONAL.COM Kementerian Transmigrasi Republik Indonesia menegaskan bahwa program Transmigrasi Patriot atau Trans Patriot dirancang sebagai upaya mendorong transfer ilmu pengetahuan sekaligus membangun ekosistem ekonomi baru di kawasan transmigrasi.
Program ini disebut menjadi langkah strategis dalam mengubah wajah kebijakan transmigrasi di Indonesia.
Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara menjelaskan bahwa konsep transmigrasi saat ini tidak lagi sekadar memindahkan penduduk dari satu wilayah ke wilayah lain.
Menurutnya, kebijakan tersebut telah berkembang menjadi program pembangunan kawasan yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara inklusif dan berkelanjutan.
“Transmigrasi saat ini tidak hanya berkaitan dengan relokasi penduduk, tetapi juga penciptaan ekosistem ekonomi baru yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan dan pengurangan kemiskinan,” ujar Iftitah dalam Rapat Pleno Harmonisasi Rancangan Peraturan Menteri Transmigrasi Patriot di Sentul, Rabu (4/3/2026).
Ia menambahkan bahwa pembangunan kawasan transmigrasi membutuhkan sumber daya manusia (SDM) yang unggul agar mampu mendorong perubahan pola pikir masyarakat serta mempercepat pertumbuhan ekonomi lokal.
Oleh karena itu, Kementerian Transmigrasi mendorong keterlibatan SDM berkualitas melalui kegiatan penelitian, program pengabdian masyarakat, hingga pemberian beasiswa.
Menurut Iftitah, kehadiran tenaga ahli dan akademisi di kawasan transmigrasi akan menciptakan proses transfer ilmu pengetahuan yang berkelanjutan.
Baca juga: Pameran Ekspedisi Patriot ITB Dibuka, Menteri Transmigrasi Apresiasi Kolaborasi Berbasis Riset
Hal tersebut diharapkan meninggalkan jejak keilmuan yang dapat mempercepat kemajuan daerah.
