Gejala awal infeksi umumnya menyerupai flu, seperti demam, sakit kepala, nyeri otot, batuk, dan sakit tenggorokan.
Dalam kasus berat, pasien dapat mengalami gangguan pernapasan hingga peradangan otak atau ensefalitis yang berisiko fatal.
Tingkat kematian virus Nipah dilaporkan berkisar antara 40 hingga 75 persen.
Hingga kini, belum tersedia vaksin maupun pengobatan khusus untuk virus Nipah.
Penanganan masih bersifat suportif dengan fokus meredakan gejala dan komplikasi.
Oleh karena itu, otoritas kesehatan menekankan pentingnya pencegahan, termasuk menjaga kebersihan, menghindari kontak dengan hewan berisiko, serta memastikan makanan dikonsumsi dalam kondisi matang.
Baca juga:Â Waspada! Virus Malware Lumma Serang Lebih 394 Ribu Laptop yang Bisa Kuras Rekening, RI Bisa Kena
Meski belum ada laporan kasus di Indonesia, kewaspadaan tetap diperlukan guna mencegah potensi masuk dan penyebaran virus berbahaya tersebut.

