TAJUKNASIONAL.COM Warga Desa Rumoh Rayeuk, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, mengaku merasa nyaman tinggal di hunian sementara (huntara) yang dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum usai banjir bandang menerjang wilayah tersebut pada akhir November 2025.
Salah seorang penghuni huntara, Wani Safrianti, mengungkapkan rasa syukurnya karena kini keluarganya dapat tinggal di tempat yang lebih layak dibandingkan tenda pengungsian.
“Alhamdulillah senang tinggal di sini, anak-anak juga sangat senang, ada tempat bermain,” ujar Wani saat berbincang dengan Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, yang meninjau langsung lokasi huntara di Rumoh Rayeuk, Selasa.
Menurut Wani, fasilitas di huntara membuat aktivitas sehari-hari terasa lebih nyaman.
Ia membandingkan kondisi tersebut dengan saat masih tinggal di kamp pengungsian selama satu setengah bulan.
“Daripada di kamp lebih nyaman di huntara, apalagi ada kipas kalau panas,” katanya.
Wani dan keluarganya telah menempati huntara selama sekitar 20 hari.
Selama itu, ia bersama ibu rumah tangga lainnya menjalani kegiatan seperti memasak, mengurus anak, dan bersantai di lingkungan yang lebih tertata.
Sementara itu, para suami kembali bekerja di kebun sawit di sekitar desa.
Baca juga: Kunjungi Jember, Menteri PU Pastikan Percepatan Pembangunan 50 Bendung dan Revitalisasi Pasar
Secara keseluruhan, Kementerian PU membangun 44 blok atau 528 unit huntara di Kabupaten Aceh Utara.
