“Ini tunggakan lah bukan utang ya,” ujar Sudaryono dalam Konferensi Pers di Kantor BGN RI, Rabu (29/7/2026) lalu.
“Tunggakan ini ranah dari auditor, sedang diaudit,”
Manakala clean and clear, ya saya kira dibayar.” timpal Sudaryono lagi.
Lebih lanjut, Pria yang merupakan Alumni SMA Taruna Nusantara itu mengungkapkan, pihaknya ingin benar-benar menjalankan Program Strategis Nasional Makanan Bergizi Gratis atau MBG ini dengan sistem yang benar!
Sehingga semua pembayaran terkait penagihan yang masuk di Badan Gizi Nasional adalah pembayaran yang sah.
Pembayaran untuk semua tagihan yang sudah sah setelah melalui pemeriksaan auditor.
Ia ingin memastikan semuanya berjalan dengan trust in system alias sesuai dengan sistem.
Bukan trust in person atau hanya didasarkan pada personal atau individu tertentu saja.
“Kita ingin yang sah, yang bagus, yang benar, sesuai dengan mekanisme yang mana, itu yang kita selesaikan,” pungkasnya lagi.
Adapun tunggakan tersebut yang terbesar adalah belanja Modal sebesar Rp 1,04 Triliun.
Baca Juga: Profil Sudaryono, Wamentan yang Kini Menjadi Kepala Badan Gizi Nasional
Kemudian Jasa Event Organizer, publikasi dan sejenisnya senilai Rp 330 Miliar.
Lalu ada kewajiban untuk pembayaran Sertifikasi SPPG senilai Rp 111 Miliar.
