TAJUKNASIONAL.COM Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat kerap menjadi ujian besar bagi pemerintah.
Menariknya, tiga Presiden RI dalam era berbeda menunjukkan gaya komunikasi dan sikap yang tidak sama dalam merespons tekanan ekonomi tersebut.
Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY, memilih berbicara secara terbuka dan realistis kepada publik saat rupiah melemah di kisaran Rp11.600 hingga Rp11.700 per dolar AS.
SBY menekankan pentingnya transparansi data, mitigasi krisis, serta kehati-hatian pemerintah dalam menyampaikan optimisme ekonomi.
Kala itu, SBY mengingatkan agar pemerintah tidak memberikan harapan berlebihan ketika indikator ekonomi sedang berada dalam tekanan.
Ia juga menyoroti pentingnya kebijakan pengurangan impor dan penguatan ekspor untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional.
“Kesimpulannya, situasi ekonomi kita dan dunia, ekonomi Indonesia tahun ini dan tahun depan tidak mudah. Saya lebih baik bicara seperti itu daripada suka mengalirkan angin surga,” ujar SBY.
