Ia menyebut telah lama ingin menyerahkan ban kapten kepada Jordi Amat atau Jay Idzes, bahkan sebelum laga kontra China.
Diskusi soal kapten juga dilakukan bersama beberapa pemain lain usai makan malam.
Namun, keputusan tetap berada di tangan Shin Tae-yong yang menempatkan Asnawi sebagai kapten utama dan Jay sebagai wakil.
Menurutnya, persoalan ini tidak seharusnya melebar jika memahami mekanisme internal tim.
“Kalau kapten utama bermain, dia yang pakai ban. Jika tidak, baru diberikan ke wakil,” tegasnya.
Ia mengaku ingin menyerahkan ban kapten karena merasa performanya sedang menurun.
Namun setelah klarifikasi tersebut viral, sejumlah akun anonim tiba-tiba menyerbu kolom komentarnya dengan narasi seragam, yang seolah membalikkan isu dan menuding Asnawi memfitnah pemain lain.
Pola komentar itu memunculkan dugaan adanya serangan buzzer terorganisir.
Baca juga: Debut Memukau Ivar Jenner sebagai Kapten Timnas U-22, Siap Tampil di SEA Games?
Asnawi berharap polemik ini tidak terus dibuka dan meminta semua pihak fokus memperbaiki masa depan Timnas Indonesia, bukan memperpanjang perdebatan internal yang telah selesai di ruang tim.
