Salah satu pelaku usaha, Yuswanti Atandau, mengaku bangga bisa menjual langsung tenun buatannya di pameran berskala internasional.
“Saya berterima kasih bisa ikut pameran dengan membawa tenun Sumba Timur,” ujarnya.
Pengunjung pun mengapresiasi kegiatan interaktif yang edukatif dan menyenangkan.
Adis, misalnya, mengaku terkesan dengan kesulitan membatik sehingga memahami nilai harga batik.
Sementara Yunil Endrik menilai aktivitas tersebut dapat menjadi inspirasi usaha dan menyalurkan kreativitas generasi muda.
Keberhasilan booth Kementrans di Inacraft 2026 tidak hanya mendorong penjualan, tetapi juga memperkuat branding produk unggulan kawasan transmigrasi sekaligus membuka peluang pasar baru bagi UMKM lokal.
