TAJUKNASIONAL.COM Kementerian Transmigrasi (Kementrans) berhasil menarik perhatian publik lewat keikutsertaannya dalam Inacraft 2026, dengan membuka booth pameran yang memamerkan produk unggulan UMKM binaan kawasan transmigrasi.
Selama acara berlangsung, booth Kementrans dikunjungi 3.724 pengunjung dan mencatatkan penjualan hingga Rp154 juta, menandakan produk-produk lokal memiliki daya tarik tinggi dan potensial menembus pasar global.
Direktur Promosi dan Pemasaran Produk Unggulan Transmigrasi Kementrans, Widarjanto, menyatakan bahwa partisipasi ini merupakan langkah konkret memperluas akses pasar sekaligus memperkuat ekosistem usaha masyarakat transmigran.
“Keikutsertaan ini bukan sekadar memamerkan produk, tetapi membuka akses pasar yang lebih luas dan mempertemukan pelaku usaha dengan calon pembeli serta mitra potensial. Ini strategi memperkuat daya saing produk unggulan transmigrasi,” ujarnya.
Booth menampilkan lima produk unggulan kawasan transmigrasi, antara lain kain tenun ikat dari Melolo, Sumba Timur; ecoprint dan sasirangan dari Barito Kuala, Kalimantan Selatan; kerajinan aksesoris dari Mesuji, Lampung; anyaman purun dari Kapuas, Kalimantan Tengah; serta batik dari Pesisir Selatan, Sumatera Barat.
Para pengunjung bahkan bisa langsung belajar membatik, menganyam daun purun, mengenal pewarna alami, hingga membuat aksesori dari tembaga dan batu alam.
