Perusahaan otomotif tersebut dinilai memiliki ekosistem pengembangan sumber daya manusia yang terstruktur, mulai dari program vokasi, internship, hingga praktik kerja lapangan (PKL) dengan kapasitas sekitar 250 peserta setiap tahun.
Pada pelaksanaan Magang Nasional tahun ini, sebanyak 21 peserta mengikuti pelatihan intensif di Plant 1 Karawang.
Ferry berharap model pelatihan yang diterapkan TMMIN dapat direplikasi oleh perusahaan manufaktur lain agar standar kompetensi tenaga kerja semakin merata di berbagai daerah.
Di sisi lain, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memastikan penyesuaian uang saku peserta Magang Nasional mengikuti kenaikan Upah Minimum (UM) 2026.
Kebijakan ini disebut sebagai bentuk komitmen pemerintah untuk menjaga keberlanjutan program sekaligus meningkatkan kesejahteraan peserta.
Baca juga:Â Wamenaker Afriansyah Noor Terima AFEO Honorary Fellow
Uang saku tersebut diberikan sebagai dukungan biaya hidup selama masa pelatihan dan praktik kerja, dengan besaran yang disesuaikan ketentuan UM di masing-masing wilayah.

