TAJUKNASIONAL.COM Menteri Transmigrasi (Mentrans), M. Iftitah Sulaiman Suryanagara, menegaskan bencana banjir dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat berbeda dengan tsunami dan gempa yang pernah terjadi di Aceh pada 2004.
Menurutnya, perbedaan utama terletak pada kondisi infrastruktur yang terdampak, khususnya banyaknya jalan putus, sehingga proses evakuasi dan distribusi bantuan membutuhkan strategi logistik yang lebih fleksibel.
“Saya pernah berada di Aceh pascagempa dan tsunami 2004. Namun bencana kali ini berbeda, banyak jalan putus dan akses berubah cepat, sehingga strategi logistik harus adaptif,” ujar Iftitah, Minggu (30/11/2025).
Iftitah menyampaikan bahwa pemerintah mempercepat penanganan banjir yang berdampak pada lima kawasan transmigrasi di Provinsi Aceh, yakni Harus Muda Jay (Bireuen), Cot Girek (Aceh Utara), Pintu Rime Gayo dan Samar Kilang (Bener Meriah), serta Ketapang Nusantara (Aceh Tengah).
Langkah percepatan ini dilakukan sesuai instruksi Presiden RI Prabowo Subianto, agar bantuan untuk masyarakat terdampak diberikan secara cepat, terkoordinasi, dan berorientasi hasil.



