Sementara di Sulawesi Selatan, proyek dibagi menjadi dua paket. Paket pertama mencakup lima kabupaten—Sidrap, Soppeng, Wajo, Barru, dan Tanah Toraja—senilai Rp1,23 triliun.
Paket kedua mencakup empat wilayah: Bone, Makassar, Takalar, dan Sinjai dengan nilai Rp974 miliar.
Dody menegaskan pembangunan ini merupakan implementasi visi Astacita ke-4 Presiden Prabowo Subianto, berfokus pada pembangunan manusia Indonesia seutuhnya.
Sekolah Rakyat dirancang khusus untuk membuka akses pendidikan bagi masyarakat kelompok ekonomi terbawah (desil 1 dan 2).
Direktur Jenderal Prasarana Strategis Kementerian PU, Bisma Staniarto, mengingatkan seluruh pihak agar menjalankan konstruksi dengan perencanaan matang.
Ia menekankan pentingnya pengadaan material tepat mutu dan pemanfaatan produk dalam negeri.
“Pelaksanaan konstruksi hanya sekitar 240 hari, karenanya harus tepat mutu, waktu, biaya, administrasi, dan manfaat,” ujarnya.
Baca juga: Pemerintah Perluas Program Sekolah Rakyat dan Salurkan BLT Tambahan untuk Masyarakat
Program ini diharapkan mempercepat pemerataan pendidikan di berbagai daerah dan menjadi pondasi penting dalam memutus rantai kemiskinan.

