Menteri Transmigrasi Iftitah Dorong Indonesia Kuasai Teknologi Pengolahan Sampah

TAJUKNASIONAL.COM Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara mendorong kerja sama teknologi internasional yang tidak hanya berorientasi pada pengadaan peralatan, tetapi juga memperkuat kemampuan sumber daya manusia Indonesia. Transfer pengetahuan dan teknologi dinilai menjadi kunci untuk membangun kemandirian industri nasional.

Pandangan tersebut disampaikan Iftitah saat mengunjungi Sanfeng Environment Group, perusahaan pengembang teknologi pengolahan sampah menjadi energi (waste-to-energy), di Chongqing, Tiongkok, Kamis (15/10/2026).

Dalam kunjungan itu, Iftitah mempelajari perjalanan Sanfeng mengembangkan teknologi pengolahan sampah, mulai dari mengadopsi teknologi Jerman pada 2000 hingga membangun kemampuan rekayasa, produksi peralatan, serta pengoperasian fasilitas secara mandiri.

“Kita juga ingin kerja sama yang terjalin tidak hanya menjual produk, tetapi kita juga ingin masyarakat diberdayakan melalui transfer pengetahuan dan kemudian bisa untuk transfer teknologi,” ujar Iftitah.

Salah satu fasilitas yang dipelajari memiliki kapasitas pengolahan sekitar 3.000 ton sampah per hari untuk menghasilkan energi listrik. Fasilitas tersebut juga menerapkan sistem pengendalian gas buang dan penanganan residu pembakaran.

Menurut Iftitah, penerapan teknologi serupa di Indonesia perlu didahului kajian mengenai kebutuhan daerah, kelayakan ekonomi, dampak lingkungan, serta kesiapan tenaga kerja. Pengolahan sampah menjadi energi tidak boleh sekadar menjadi proyek pembangunan fasilitas tanpa perencanaan manfaat jangka panjang.

Ia juga melihat peluang pengembangan teknologi tersebut di Batam, Kepulauan Riau, seiring pertumbuhan penduduk, aktivitas industri, dan kebutuhan pengelolaan lingkungan. Kementerian Transmigrasi telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Batam untuk menjajaki peluang kerja sama sesuai kebutuhan dan kewenangan masing-masing pihak.

“Untuk membuat hal seperti ini, sebetulnya yang harus kita miliki adalah goodwill. Bukan by project, tetapi kita harus tahu teknologi ini dipakai untuk apa,” katanya.

Iftitah menegaskan, penguasaan teknologi harus disertai peningkatan keterampilan operator, teknisi, dan tenaga pemeliharaan. Pendekatan tersebut dinilai relevan dengan transformasi kawasan transmigrasi menjadi pusat pertumbuhan ekonomi yang produktif dan berkelanjutan.

Melalui kerja sama internasional, pemerintah diharapkan dapat memperluas akses terhadap inovasi sekaligus meningkatkan kemampuan masyarakat agar tidak terus bergantung pada teknologi dari luar negeri.

IKUTI BERITA TERBARU TAJUK NASIONAL, MELALUI MEDIA SOSIAL KAMI

- Advertisement -
Berita Terbaru
- Advertisement -
Berita Lainnya
Rekomendasi Untuk Anda
- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini